Monggo Sudahi Mengolok dan Mengujar Kebencian

عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فلا يؤذ جاره ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

Artinya, “ Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia tidak menyakiti tetangganya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia muliakan tamunya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam,’” (HR Bukhari).

Ujaran kebencian, mencela, mencaci kerap menjadi masalah antarindividu, sosial, politik, pendidikan, dunia kesehatan, dan lain-lain. Sehingga pemerintah demi menjaga ketertiban umum membuat undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Tentu tujuan pemerintah ini sangat bagus agar setiap warga negara bisa saling menghormati dan menghargai.

Hadits di atas cukup menjadi dasar dan sebagai pegangan orang-orang Islam zaman now (lebih-lebih kaum milenial) untuk mengekang diri dari prilaku yang tidak baik, mengekang mulut dari perkataan-perkataan yang tidak baik dan mengekang tangan agar tidak bertindak dan tidak menulis yang tidak pantas. Ironinya kita bisa mengingatkan orang lain agar meninggalkan itu semua, “ujaran kebencian caci maki wa ahlihima wa zhurriyatihima”. Namun di lain waktu atau kesempatan tanpa sadar malah kita sendiri yang melakukannya.

Dalam sebuah kitabnya Syekh Muhammad Nawawi Banten mengutip perkataan Imam Syafi‘i, agar seseorang menimbang gagasan-gagasan yang ada dalam otaknya sebelum diucapkannya.

إذا أراد أحدكم الكلام فعليه أن يفكر في كلامه فإن ظهرت المصلحة تكلم وإن شك لم يتكلم حتى تظهر

Artinya, “Jika kau ingin berbicara, maka kau harus menimbang ucapanmu. Jika itu mengandung maslahat, maka bicaralah. Tetapi jika kau ragu, maka tahan ucapanmu hingga kau benar-benar yakin itu akan mengandung maslahat,” (Syekh Muhammad Nawawi Banten dalam Syarah Qamiut Thughyan, halaman 11. – Syarah Diwanul Imam As-Syafii, halaman 92).

Kemudian, jika seandainya kita dihadapkan pada orang-orang yang suka mengolok, mencaci, mengujar kebencian dan lain-lain, Allah SWT telah berpesan dalam surat Fussilat, ayat 34, agar kita menolaknya dengan baik. Dalam Kitab Tafsir At-Thobari pada tafsir Surat Fusshilat ayat 34 tersebut, dikatakan,

حدثني عليّ قال: ثنا أبو صالح قال ثني معاوية عن عليّ عن ابن عباس قوله:  "ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ " قال: أمر الله المؤمنين بالصبر عند الغضب والحلم والعفو عند الإساءة فإذا فعلوا ذلك عصمهم الله من الشيطان وخضع لهم عدوُّهم كأنه وليّ حميم.

Artinya : “… Allah memerintahkan orang-orang yang beriman agar sabar pada saat marah (tidak membabibuta), agar bijak dan memaafkan saat diperolok. Jika mereka (Mu’minun) mau melakukan itu, maka Allah akan memeliharanya dari (godaan) syetan dan membuat musuh-musuhnya bertekuk lutut…”.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2