Klarifikasi Gus Ghofur Tentang Non Muslim Indonesia


Dr. KH. Abdul Ghofur Maimun yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Ghofur memberikan klarifikasi soal isu yang beredar bahwa Munas NU memutuskan non-muslim Indonesia tidak disebut kafir.

Perlu saya jelaskan terkait hasil Bahtsul Masail tersebut, kebetulan sekali saya ikut langsung dalam forum bahtsul masail tersebut. kata Gus Ghofur, Jumat (01/03).

“Dalam bahtsu kemarin gak ada yang menyatakan non muslim di Indonesia tidak disebut kafir tapi yangg benar tidak bisa dikategorikan kafir dzimny, mustaman, mua'had dan haroby.. Ini bukan berarti mereka tidak kafir. Lanjut beliau

Gus Ghofur menjelaskan, yang disepakati dalam forum Bahtsul Masail adalah bahwa orang non-muslim adalah warga negara biasa, yang ia sebut sebagai musalimin.

“Ibarot yang dibacakan hanya menyatakan orangg-orang non muslim yang tidak memerangi islam hidup damai dengan kita adalah Musalimin (ini mungkin istilah yang baru dalam konteks fiqh) yang kemarin oleh musyawirin disepakati non muslim indonesia adalah warga negara biasa yang tidak boleh dimusuhi, mereka punya hak yang sama dengan kita dalam konteks kenegaraan”. Tegasnya.

Gus Ghofur mengungkapkan, ada satu ibarat dalam kitab yang menjelaskan bahwa memanggil kafir kepada orang-orang non-muslim yang tidak memusuhi dan jika kata-kata itu menyakitkan mereka hukumnya tidak boleh.

Kemudian, beliau menegaskan, pernyataan non-muslim bukan kafir adalah kesimpulan pribadi dari Moqsith Ghazali atau jangan-jangan itu adalah bahasa pelintiran wartawan.

Ungkapan non muslim bukan kafir itu kesimpulan dari muqsith ghozaly pribadi karena dalam forum tidak ada kata-kata tersebut. Dan saya gak tahu apa benar muqsith bilang seperti itu.. Jangan-jangan itu adalah bahasa pelintiran wartawan. Jadi tolong sebagai warga NU bisa menjelaskan masalah ini.. Pungkasnya,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel