Hukum Talak Via Surat, SMS, e-Mail, WA dan Lain-lain


Kalau dahulu ada yang tanya bagaimana hukumnya menulis kata talak dengan kalimat yang shorih dengan tujuan menceraikan istri?, lalu pertanyaan berkembang lagi, bagaimana hukumnya menceraikan istri melalui surat?, kemudian lewat SMS?, sekarang bagaimana kalau lewat e-Mail, WA dan lain-lain? Intinya si-Suami menulis kata cerai, misalnya ia menulis “aku menceraikan istriku” atau “aku ceraikan kamu” atau “istriku aku ceraikan”.

Hebatnya kitab-kitab salaf (kitab kuning) yang notabene adalah buku-buku klasik, ternyata tetap eksis hingga sekarang ini. Hasil ijtihad ulama-ulama zaman old itu, ternyata mampu menjawab persoalan pada zamannya juga persoalan zaman now, dalam hal ini yaitu persoalan Hukum Talak Via Surat, SMS, e-Mail, WA, IG dan FB Messengger dengan kalimat talak yang jelas (shorih).

Sebut saja di antaranya adalah kitab Hasyiyah Al-Jamal ‘Alaa Syarhil Manhaj juz 7 halaman 24 dan al-Muhazzhab juz 2 halaman 83. Di situ disebutkan bahwa seorang suami yang menulis “Engkau/ istriku aku talak” dan dia niat mentalak maka talaknya jatuh meskipun tulisannya tidak sampai kepada istrinya. Kalau menulis saja dengan tanpa ada niat mentalak istrinya, maka tidak jatuh talak.

Dalam ta’bir Hasyiyah jamal di atas juga menjawab persoalan talak lewat SMS atau yang lainnya yang ternyata salah sasaran atau salah kirim ke orang lain, apakah talaknya jatuh?. Talaknya jatuh, sebab dalam persoalan talak via tulisan ini hanya disyaratkan adanya niat talak dari si-suami, urusan sampai dan tidaknya tulisan itu kepada si-istri itu tidak di syaratkan.

Karena pengiriman kalimat talak yang shorih tersebut menggunakan alat elektronik berupa ponsel maka terkadang tertunda pengirimannya atau pending akibat sinyal yang tidak bagus atau sebab lainnya, sehingga si-suami mengirimnya lagi. Saat sinyal sudah bagus, ternyata sang istri menerima SMS dari suaminya sebanyak dua kali. Dalam kasus ini berapakah hitungan talak yang dianggap sah ?

Di sebutkan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin halaman 474, Terhitung talak SATU, jika pengiriman yang kedua hanya untuk memantapkan saja dan tidak diniati talak. Akan tetapi jika pengiriman SMS yang kedua diniati mentalak lagi, maka talaknya terhitung DUA.

Referensi ;

حاشية الجمل على شرح المنهج  : ٧/٢٤ دار الكتب العلمية ( فَرْعٌ ) كَتَبَ أَنْتِ أَوْ زَوْجَتِيْ طَالِقٌ وَنَوَى الطَّلَاقَ طَلُقَتْ، وَإِنْ لَمْ يَصِلْ كِتَابُهُ إلَيْهَا ؛ لِأَنَّ الْكِتَابَةَ طَرِيْقٌ فِيْ إِفْهَامِ الْمُرَادِ كَالْعِبَارَةِ وَقَدْ قُرِنَتْ بِالنِّيَّةِ، فَإِنْ لَمْ يَنْوِ لَمْ تَطْلُقْ ؛ لِأَنَّ الْكِتَابَةَ تَحْتَمِلُ النَّسْخَ وَالْحِكَايَةَ وَتَجْرِبَةَ الْقَلَمِ وَالْمِدَادِ وَغَيْرِهَا.

المهذب : ٢/٨٣ المكتبة الشاملة.  فَصْلٌ إِذَا كَتَبَ طَلَاقَ امْرَأَتِهِ بِلَفْظٍ صَرِيْحٍ وَلَمْ يَنْوِ لَمْ يَقَعْ اَلطَّلَاقُ لِأَنَّ الْكِتَابَةَ تَحْتَمِلُ إِيْـقَاعَ الطَّلَاقِ وَتَحْتَمِلُ امْتِحَانَ الْخَطِّ فَلَمْ يَقَعْ اَلطَّلَاقُ بِمُجَرَّدِهَا وَإِنْ نَوَى بِهَا الطَّلَاقَ فَفِيْهِ قَوْلَانِ قَالَ فِي الْإِمْلَاءِ لَا يَقَعُ بِهِ الطَّلَاقُ لِأَنَّهُ فِعْلٌ مِمَّنْ يَقْدِرُ عَلَى الْقَوْلِ فَلَمْ يَقَعْ بِهِ الطَّلَاقُ كِالْإشَارَةِ وَقَالَ فِي الْأُمِّ هُوَ طَلَاقٌ وَهُوَ الصَّحِيْحُ لِأَنَّهَا حُرُوْفٌ يُفْهَمُ مِنْهَا الطَّلَاقُ فَجَازَ أَنْ يَقَعَ بِهَا الطَّلَاقُ كَالنُّطْقِ

بغية المسترشدين : ٤٧٤ المكتبة الشاملة.  (مَسْأَلَةٌ : ك) : كَرَّرَ صَرَائِحَ الطَّلَاقِ أَوْ كِنَايَاتِهِ وَلَوْ مَعَ اخْتِلَافِ أَلْفَاظِهِ أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ثَلَاثِ مَرَّاتٍ، كَأَنْتِ طَالِقٌ طَلَّقْتُكِ أَنْتِ مُطَلَّقَةٌ, أَوْ أَنْتِ طَالِقٌ مُفَارَقَةٌ مُسَرَّحَةٌ، أَوْ أَنْتِ بَائِنٌ اِعْتَدِّيْ اُخْرُجِيْ، فَإِنْ قَصَدَ التَّأْكِيْدَ فَوَاحِدَةٌ، وَإِنْ قَصَدَ الْاِسْتِئْنَاف  أَوْ أَطْلَقَ تَعَدَّدَ

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel