Sholat Tahiyyatal Masjid Saat Khotib Khutbah


Ada beberapa orang Islam yang masih bingung tentang persoalan melakukan sholat sunnah Tahiyyatal Masjid pada saat khotib Jum’at sedang khutbah. Padahal sudah sering dijelaskan oleh para ulama’ pada saat ngaji atau sedang ceramah agama. Tulisan ini hanya menjelaskan sedikit pemahaman dari mazhab syafii saja dan tidak menyinggung-nyinggung mazhab lainnya, tujuannya agar lebih focus dan mudah difahami.

Sebenarnya dulu persoalan ini pernah terjadi pada seorang sahabat di masa RasulullahSAW. Pada waktu itu Rasulullah SAW sedang khotbah jum’at, ia baru datang, demi untuk menyimak khutbah Rasulullah, sahabat tadi langsung duduk dan tidak shalat tahiyatul masjid. Namun Rasulullah SAW menegurnya : “Shalatlah kamu dua rakaat dengan ringkas (cepat) sebelum duduk” (HR: Ibn Hibban).

Berdasarkan hadis tersebut, Imam al-Nawawi dalam al-Majmu’ Syarah al-Muhadzdzab juz 4, halaman 53 mengatakan: “Apabila seorang masuk masjid dan khatib sedang khutbah jum’at, hendaklah ia shalat tahiyatul masjid terlebih dahulu dan mempercepatnya”. Artinya bagi orang yang terlambat datang ke masjid pada hari jum’at, sementara khatib sudah berkhutbah, ia masih disunnahkan melakukan shalat tahiyatul masjid, namun perlu dipercepat sholatnya, misalnya dengan hanya melakukan yang wajib-wajib saja. Wallahu a’lam.

#ayomajuojopodokakukaku
#zamanengitungnganggomesinojonganggojitengwae

Referensi ;

عن جابرٍ رَضِيَ اللهُ عنه قال : جاء رجلٌ والنبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم يَخطُبُ الناسَ، فقال: صليتَ يا فلانُ؟ قال: لا، قال: قُمْ، فارْكَعْ،

وفي رواية:  إذا جاءَ أحدُكم يومَ الجُمُعة، والإمامُ يَخطُبُ، فليركعْ ركعتينِ، ولْيتجوَّزْ فيهما.

المجموع شرح المهذب - (ج 4 / ص 53)  (فرع) ……. وأما إذا دخل والامام يخطب يوم الجمعة أو غيره فلا يجلس حتى يصلي التحية ويخففها وسنوضحها بدلائلها حيث ذكرها المصنف في صلاة الجمعة إن شاء الله تعالى    

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel