Respons PBNU atas Pernyataan Dubes Saudi terkait Kicauannya di Twitter

Jakarta, NU Online-Indonesia adalah negara yang memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan Kerajaan Arab Saudi (KSA). Terlebih, 20 persen dari total jamaah haji di Arab Saudi merupakan rakyat Indonesia. Banyak juga warga Indonesia, baik yang menjadi TKI atau pun mukimin, yang tinggal di Saudi. Oleh karenanya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga berharap agar pemerintah Saudi memberikan perlakuan yang adil dan manusiawi kepada warga Indonesia yang tengah bekerja di sana dan menjaga agar hubungan Indonesia dan Saudi tetap baik.

“Namun hubungan yang baik ini ternodai oleh pernyataan Osamah Muhammad al-Suaibi (Duta Besar Saudi untuk Indonesia), dengan menyebarkan informasi yang keliru dan menyesatkan sebagaimana ditulis dalam akun twitternya,” demikian rilis PBNU yang diterima NU Online, Senin (3/12).

Untuk lebih jelas dan lengkapnya, berikut pernyataan PBNU yang disampaikan langsung KH Said Aqil Siroj atas twit Dubes Saudi untuk Indonesia Osamah Muhammad al-Suaibi:

Pertama, dalam pandangan kami Osamah telah melakukan pelanggaran keras diplomatik, yakni mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya. Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi Arabiah, atas ini kami menyampaikan protes keras.

Kedua, Osamah telah dengan sengaja menyebarkan fitnah dengan menuduh bahwa aksi pembakaran bendera oleh organisasi yang dimaksud dengan mengatakan jamaah almunharifah (organisasi yang sesat dan menyimpang). Padahal terkait hal ini, GP Ansor telah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan tindakan tersebut keluar dari SOP GP Ansor, bahkan kami keluarga besar NU menyesalkan kejadian tersebut.

Ketiga, mendesak kepada pemerintah RI untuk menyampaikan nota kepada pemerintah Saudi agar memulangkan saudara Osamah sebagai bagian dari sanksi atas tindakannya yang gegabah dengan mencampuri urusan politik negara Indonesia.  

Sebelumnya, pada Ahad (2/12), melalui akun twitternya @Os_alshuibi Dubes Saudi untuk Indonesia Osamah Muhammad al-Suaibi mengatakan, ‘Aksi jutaan umat Islam sebagai reaksi atas pembakaran bendera tauhid oleh "organisasi menyimpang/sesat" beberapa bulan yang lalu. Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI, Anis Baswedan, juga dihadiri calon Presiden RI Jendral Prabowo serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon.’

Dalam unggahannya tersebut, Osamah juga menyertakan foto-foto Reuni 212 yang diselenggarakan di kawasan silang Monas Jakarta.

Namun, twit Osamah tersebut sudah dihapus dan diganti ‘Aksi jutaan umat Islam untuk persatuan umat Islam dan bekerja sama untuk menjaga keamanan negeri. Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI, Anies Baswedan, juga dihadiri calon Presiden RI Jendral Prabowo serta Wakil Ketua DPR Fadli Zon.’ (Red: Muchlishon/NU Online)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel