Pringsewu Glontorkan 1,2 M Terjemahkan Al-Qur’an ke Bahasa Lampung

Pringsewu - Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu, Lampung  Bekerjasama dengan UIN Raden Intan Lampung dan Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama RI melakukan program penerjemahan Al-Qur’an ke Bahasa Lampung. Pembiayaan program ini dianggarkan dari APBD Kabupaten Pringsewu sebesar 1,2 Milyar atau sekitar 0,1 persen dari total APBD kabupaten tersebut pada tahun 2019 yakni 1,2 Triliun.

Bupati Pringsewu H Sujadi mengungkapkan hal ini saat hadir pada Focus Group Discussion (FGD) tentang Kajian Terjemahan Al-Qur’an Berbahasa Lampung di Aula Pertemuan Kolam Renang Paris Kelurahan Pajaresuk Kecamatan Pringsewu, Selasa (4/12).

Bupati yang juga seorang ulama ini mengatakan, program yang ditargetkan selesai pada 2020 ini merupakan salah satu program unggulan serta upaya Pemda setempat untuk membangun kabupaten berjuluk Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini.

“Diumur Pringsewu yang memasuki 9 tahun 8 bulan dan 4 hari ini, Pringsewu terus menerus membangun baik fisik maupun non fisik dalam rangka mewujudkan visi dan misi pembangunan Pringsewu. Kami sudah menyiapkan dana, dan kami harapkan terjemahan Al-Qur'an ke Bahasa Lampung ini dapat bermanfaat bagi putra-putri kita. Dan ini merupakan amal jariyah bagi kita,” kata Mustasyar PCNU Pringsewu ini.

Sementara itu Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an Kementerian Agama H Muchlis Muhammad Hanafi menjelaskan, penerjemahan Al-Quran ke dalam satu bahasa bukanlah pekerjaan yang mudah. Upaya ini harus dilakukan melalui berbagai tahapan diantaranya pemilihan kata yang sesuai dan tepat dengan menyesuaikan perkembangan bahasa dan realitas masyarakat saat ini.

Pada kesempatan tersebut Rektor UIN Raden Intan Lampung H Moh Mukri menilai upaya yang dilakukan oleh Pemda Kabupaten Pringsewu merupakan salah satu bentuk solusi agar masyarakat dapat lebih memahami Al-Qur’an

“Penerjemahan Al-Quran dianggap sebagai solusi agar masyarakat dunia dari berbagai lapisan, termasuk (masyarakat) Lampung, dapat dengan mudah memahami dan menggali informasi yang terkandung dalam Al-Qur’an,” katanya.

Hadir pada FGD tersebut sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemda Kabupaten Pringsewu, para dosen UIN Raden Intan Lampung, para pimpinan pondok pesantren di Pringsewu dan tokoh agama setempat. (Muhammad Faizin)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel