Peran Thoriqoh Dalam Mensejahterakan Kehidupan Masyarakat


Al-Habib Umar bin Hafidz Hadlro Maut, Yaman - ‘atholallohu umrohu bis-shihhah wal ‘afiyah, wa a’adda ‘alainaa min barokatihi, beliau berkata, " Kita tidak akan menemukan satu negeri yang dimasuki Islam secara utuh tanpa peran tokoh tasawuf ". di Indonesia Islam menjadi mayoritas juga berkat kegigihan perjuangan kaum sufi.

Wali Songo adalah orang-orang sufi, orang-orang thoriqoh, Misalnya saja Sunan Kalijaga, dia sangat mengagumi sekaligus pengamal kitab ihya’ ulumuddin karangan Imam Ghozali. Sunan Bonang juga berthoriqoh. Sebuah naskah primbon asal Tuban, yang menurut Schrieke dalam Het Boek Van Bonang (1916) adalah tulisan Sunan Bonang sendiri, merupakan ikhtisar bebas dari Kitab ihya’ ulumuddin karangan Imam Ghozali dan Kitab al-Tamhid Fī Bayanit-Tauḥīd karya Abu Syakur bin Syu‘aib al-Kasi al-Hanafi.

Peran thoriqoh dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat,  secara sederhana bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu,

Pertama. Thoriqoh Berperan membentuk manusia yang berakhlaqul karimah yang hanya takut kepada Allah semata. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang sekarang ini sangat dibutuhkan dalam membangun Indonesia agar bersih dari segala bentuk kemaksiatan, hoaks dan bersih dari korupsi. Sebab orang yang berakhlaqul karimah dan hanya takut kepada Allah lah yang mampu mengendalikan dirinya dari berbuat ma’siat dan dosa, korupsi jelas haram dan berdosa, berbicara atau menulis kabar bohong (hoaks) juga dosa, bahkan bisa memecah belah umat . Orang berakhlak dan bertaqwa tentu menjahui ini semua.

Kedua. Thoriqoh Berperan menciptakan masyarakat yang beriman yang siap menghadapi tantangan hidup dan kehidupan. Kalau masyarakat mau beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, maka berkah dari langit dan bumi akan tercurah kepada mereka, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-A’rof, ayat 96.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Artinya ; “Sungguh jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya“. (QS. AL A’RAF (7) : 96).

Orang-orang thoriqoh juga siap menghadapi tantangan hidup, apapun bentuknya, siap melarat, tapi nek dadi wong sugih yo alhamdulillah. (Siap menjadi orang miskin, Tapi kalau oleh Allah di takdirkan menjadi orang kaya- ya alhamdulillah). Orang thoriqoh adalah orang yang kuat lahir bathin- tidak mudah putus asa apalagi sampai gantung diri.

Pendidikan tasawuf yang diajarkan dalam thoriqoh ini mempunyai andil besar dalam membentuk karakter bangsa, sehingga menjadi bangsa yang berbudaya – berakhlaqul karimah, tahan banting dan bertaqwa kepada Allah. Bangsa seperti ini adalah bangsa yang diharapkan bisa responsive dengan perubahan zaman, dan inovatif, agar siap juga menghadapi revolusi industry 4.0.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel