Mungkin Belum Dewasa Dalam Mencintai


Peristiwa demi peristiwa, baik besar atau kecil. Kesalahan omongan atau komentar (yang sebenarnya tidak perlu dibahas), baik itu kesengajaan atau tidak, sekarang ini bisa menjadi ajang pengkeruhan suhu panas jelang pilpres 2019, apalagi kalau sudah tayang di ILC, Mata Najwa. siapa yang diuntungkan? (jawab saja sendiri). Misalnya, politikus sontoloyo, genduruwo, tampang boyolali, subhanananana (mboh opo gak jelas), shollallahu hu hu….. (juga nggak jelas), alpatekah dan tentang kerahan massa reoni 212.

Pendapat pro dan kontra yang datang dari Timses dan orang-orang yang lagi gandrung (jatuh cinta), saya kira sulit diterima begitu saja, dan tidak perlu diberitakan terlalu masiv, kalau ingin kehidupan warga masyarakat rukun dan tenteram, karena tidak akan ada titik temu yang mampu mensingkronkan dan mendinginkan. “Tai kebo rasa coklat”. Timses adalah 11 – 12 dengan orang-orang yang sedang gandrung. Mereka sama nishful aqlinya. Tidak peduli aral melintang. Gunung tinggi akan didaki, lautan luaspun akan diseberangi, apalagi cuma Monas - Jakarta. Begitulah kira-kira kata Patkai.

Kalau muncul berita singgungan negative kepada jagonya, respon buruk akan langsung mengarah kepada sumber berita, bahkan tempat munculnya sumber berita kadang juga tidak luput dari cacian dan hujatan. Sebaliknya, kalau berita itu berupah singgungan negative yang mengarah kepada rival jagonya, tak peduli hoaks tidaknya, benar tidaknya, mereka tidak peduli, tanpa piker Panjang langsung mengesharenya dengan masiv dan menceritakannya kepada siapapun yang mereka temui.

Ironi melihat yang sudah berkumis, berjenggot masih berkelakuan seperti itu. Jangan-jangan ini proses pendewasaan dalam merespon berita yang jelas yahtamilus shidqo wal kizhib atau apakah reaksi seperti di atas memang murni suatu kesalahan dalam merespon berita???. Nanti dulu…-soalnya bisa ramai kalau kita menyalahkan orang yang lagi gandrung – kasmaran alias Timses. Mungkin judul yang pas untuk tulisan ini, “MUNGKIN BELUM DEWASA DALAM MENCINTAI”. Perlu disadari yang kita jago-jagokan itu masih manusia biasa, Jokowi – prabowo manusia biasa yang sama-sama masih punya peluang salah – benar, baik – buruk.

#salamdamai2019
#indonesiamartabatkitasemua
#selalutersenyumuntukindonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel