Kongres IPNU-IPPNU Dibuka Presiden di Istana Negara


Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Kongres XIX Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan XVIII Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (21/12). Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya secara resmi mebuka Kongres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama ke XIX dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama ke XVIII," kata Jokowi diikuti pemukulan gong yang didampingi Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaini, Ketua Umum IPNU Irfan Mujahid, dan Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Dalam sambutannya, Presiden menjelaskan tentang kondisi global. Untuk menghadapi keadaan tersebut, Jokowi mengajak peserta kongres agar hijrah dari individual ke kerja sama, dari sifat mudah marah ke sabar, dan dari ketimpangan ke keadilan sosial.

"Saya percaya IPNU-IPPNU punya peran penting untuk kemajuan bangsa, siap dalam menghadapi perubahan global dan era revolusi industri," ucapnya.

Selain itu, Jokowi juga menyoroti persoalan bangsa terkait maraknya penyebaran informasi bohong atau hoaks. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun mengingatkan peserta kongres agar menjauhi penyebaran informasi bohong atau hoaks. Sebaliknya, IPNU-IPPNU dituntut untuk menjadi ahli robotik dan ahli artifisial intelegenci.

Tak kalah penting, mantan Walikota Solo, Jawa Tengah ini mengajak semua kalangan agar selalu menjaga kerukunan di tengah keragaman yang dimiliki Indonesia, baik dari aspek agama, suku maupun bahasa. "Saya mengajak untuk menjaga kerukunan dan persaudaraan kita karena aset terbesar kita adalah persaudaraan dan kerukunan," jelasnya.

Pada pembukaan tersebut, hadir Ketua PBNU H Marsudi Syuhud, Ketua PBNU H Eman Suryaman, Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi, Deputi Bidang Pemuda Kemenpora H Asrorun Ni'am, dan Sekretaris MUI H Zainut Tauhid, Komisioner KPAI Susiana Affandi.

Seusai pembukaan, peserta bertolak ke Pesantren KHAS Kempek Cirebon, Jawa Barat untuk melanjutkan rangkaian pembukaan kongres. (NU Online/Husni Sahal/Ahmad Rozali)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel