Gus Ishom: Duta Besar Harus Jalin Hubungan Bilateral dengan Baik

Bandarlampung, Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengatakan bahwa seorang duta besar sudah seharusnya piawai dan pandai untuk berdiplomasi. Kepiawaian dalam berdiplomasi ini harus dikuasai dengan memahami persoalan apa yang sesungguhnya terjadi.

Menurutnya hal ini tidak ditunjukkan oleh duta besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi dengan mencampuri urusan politik dalam negeri Indonesia. Osama seharusnya tidak ikut serta berpolitik untuk terlibat mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, tetapi seharusnya ia fokus pada tugas utamanya sebagai duta besar.

Saya melihat Dubes Arab Saudi untuk Indonesia saat ini bukanlah seorang tokoh yang cakap dan mampu untuk menjalin hubungan bilateral yang baik antara negaranya dengan negara kita Indonesia, kata pria yang biasa disapa Gus Ishom ini, Rabu (5/12).

Ikut campurnya Osama terhadap permasalahan dalam negeri Indonesia ini terlihat dari twitnya via media sosial yang menuduh Banser NU sebagai kelompok munharifah (menyimpang dari jalan Islam) karena kasus pembakaran bendera HTI.

Dalam Twitnya sangat jelas bahwa osama mengungkapkan : Berkumpulnya jutaan orang di Monas beberapa hari yang lalu itu dilakukan oleh "Persatuan Islam", sebagai reaksi terhadap pembakaran bendera tauhid oleh salah satu organisasi menyimpang kira-kira sebulan sebelumnya.

Jadi, dia menganggap pembakaran itu dilakukan oleh organisasi, bukan perorangan, dan organsisasi itu adalah organisasi menyimpang. Ya, silahkan menilai sendiri,

Pernyataan terkait demo 212 ini menurutnya jelas menunjukkan betapa kecenderungan dukungan Duta Besar Saudi Arabia terlihat begitu nyata.

Seharusnya seorang Duta Besar Arab Saudi melakukan tabayyun atau mencari penjelasan terlebih dahulu, karena yang dibakar itu diyakini sebagai bendera HTI, sebuah organisasi politik yang bercita-cita mengubah seluruh nation state (negara bangsa) di dunia ini, termasuk NKRI, menjadi sistem khilafah islamiyah, ungkap Gus Ishom.

Ia pun berpendapat dan turut mendesak Kerajaan Saudi Arabia agar mengganti duta besarnya tersebut. Ia juga memohon kepada Pemerintah Indonesia untuk  memulangkannya dari negara ini karena yang demikian ini sah sesuai peraturan yang berlaku di negara Indonesia. (Muhammad Faizin)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel