Aisyah, Perempuan Mulia dan Cerdas


Aisyah dikenal sebagai orang yang jujur, banyak beribadah, tahajud, dan berpuasa. Aisyah juga dikenal sebagai orang yang pemalu, seorang pembawa bendera dalam bidang keilmuan dan pengetahuan di masanya. Seakan-akan dia lampu terang yang menyinari para ahli ilmu dan penuntut ilmu. 

Bahkan sahabat Nabi SAW datang kepadanya untuk menanyakan tentang ilmu yang masih sulit dimengerti dan beberapa masalah keilmuan, dia memberikan jawaban yang memuaskan dengan tenang dan teliti. Suatu jawaban yang tidak mudah diberikan kecuali oleh orang yang sudah mencapai tahap keilmuan yang tinggi.

Aisyah juga terhitung salah seorang yang keilmuannya melampaui banyak orang lainnya dalam hal AlQuran, hadits, fiqh, syair, cerita-cerita Arab, hari-hari mereka dan nasab mereka.
Aisyah adalah juga seorang perempuan periwayat hadits terbesar pada masanya. 
Dia juga terkenal sebagai seorang yang cerdas, fasih, dan mempunyai ilmu bahasa yang tinggi. Dia merupakan salah seorang terpenting yang mempunyai pengaruh besar dalam penyebaran ajaran-ajaran Islam.

Aisyah RA memiliki berbagai macam keistimewaan. Bahkan Aisyah RA juga merupakan istri kesayangan Rasulullah SAW. Lalu apa saja keistimewaan yang dimiliki Aisyah RA sebagai istri dari Rasulullah SAW?

Keutamaan pertama dari Aisyah binti Abu Bakar As Siddiq adalah menjadi istri yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW. Suatu ketika Amr bin al-Ash bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?” Beliau menjawab, Aisyah.” “Dari kalangan laki-laki?” tanya Amr. Beliau menjawab, “Bapaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, Aisyah RA merupakan satu-satunya gadis yang dinikahi oleh Rasulullah SAW. Aisyah pernah berkata, “Aku telah diberi sembilan perkara yang tidak diberikan kepada seorang pun setelah Maryam. Jibril telah menunjukkan gambarku tatkala Rasulullah SAW diperintah untuk menikahiku, beliau menikahiku tatkala aku masih gadis dan tidaklah beliau menikahi seorang gadis kecuali diriku, beliau meninggal dunia sedang kepalanya berada dalam dekapanku serta beliau dikuburkan di rumahku, para malaikat menaungi rumahku, Al-Quran turun sedang aku dan beliau berada dalam satu selimut, aku adalah putri kekasih dan sahabat terdekatnya, pembelaan kesucianku turun dari atas langit, aku dilahirkan dari dua orang tua yang baik, aku dijanjikan dengan ampunan dan rezeki yang mulia.” (Al-Hujjah Fi Bayan Mahajjah (2/398))

Ketiga, Aisyah RA merupakan istri yang sangat cerdas, berwawasan luas, setia, penuh cinta dan penebar kedamaian. Aisyah RA memiliki kepandaian dalam ilmu fiqih, kedokteran, dan syair. Dengan begitu, Aisyah RA adalah istri Rasulullah SAW yang paling paham tentang agama dan paling tinggi ilmunya dibandingkan istri-istri Rasulullah SAW serta semua kaum muslimah. Berkata Abu Musa al-Asy’ari, “Tidaklah kami kebingungan tentang suatu hadits lalu kami bertanya kepada Aisyah, kecuali kami mendapatkan jawaban dari sisinya.” (HR. At-Tirmidzi)

Keempat, Aisyah RA memiliki keutamaan di atas perempuan-perempuan lainnya. Sebagaimana disebutkan dalam hadis berikut ini. Dari Abu Musa Al-Asy’ari, Rasulullah SAW bersabda, “Banyak lelaki yang sempurna, dan tidak ada perempuan yang sempurna kecuali Maryam binti Imran, Asiah istri Fir’aun, dan keutamaan Aisyah atas perempuan lain adalah seperti keutamaan bubur atas makanan lainnya.” (HR. Bukhari)

Kelima, Aisyah dibela kesuciannya dari langit ketujuh saat ia mendapatkan tuduhan zina yang dilontarkan oleh orang-orang munafik. Allah menurunkan 16 ayat secara berurutan yang mempersaksikan kesucian Aisyah dan menjanjikan Aisyah dengan ampunan serta rezeki yang baik. Hingga Aisyah pun mengatakan, “Sesungguhnya perkara yang menimpaku atas diriku itu lebih hina bila sampai Allah SWT berfirman tentangku melalui wahyu yang akan senantiasa dibaca.” (HR. Bukhari)

Kemudian saat Rasulullah SAW saat sakit dan menjelang meninggal dunia, beliau lebih memilih untuk tinggal di rumah Aisyah RA. Bahkan Rasulullah SAW saat itu meninggal di pangkuan Aisyah yang saat itu baru berusia 18 tahun dan Beliau Rasulullah SAW dikuburkan di rumah Aisyah RA. Sedangkan Aisyah RA sendiri meninggal dunia pada tahun 58 H dan dimakamkan di pekuburan Baqi.  Demikianlah betapa Aisyah RA dianggap begitu utama oleh Rasulullah SAW hingga akhir hayatnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel