Gus Nadirsyah; Tuhan, Nabi dan Quran bisa sama, ekspresinya yang kadang berbeda


Saat mengisi acara Dialog Kebangsaan di Masjid Jami al-Furqon Bandar Lampung, malam Jumat 8 november 2018, Gus Nadirsyah menjelaskan bahwa Islam Nusantara bukan agama baru, bukan anti arab, juga bukan islam yang tunduk kepada budaya. Rasulullah SAW hadir ke tengah-tengah kita tugas utamanya adalah untuk membersihkan ahlaq dan menghapus budaya-budaya yang menyimpang dari ajaran islam, kalau budaya itu tidak menyimpang maka diterima oleh Rasulullah.

"Di arab dulu ada budaya mengubur anak perempuan hidup-hidup, ada juga budaya istri yang ditinggal mati suaminya maka istri tersebut akan masuk dalam kategori harta waris, sehingga anak bisa menikahinya. Budaya seperti ini langsung ditentang dan dihapuskan oleh rasulullah karena jelas-jelas bertentangan dengan ajaran islam. Tetapi jika budaya itu bisa diperbaiki atau memang pada dasarnya budaya itu sudah baik maka Rasulullah menerimanya". Kata Gus Nadirsyah.

"Kalau kita pernah melihat pemandangan di Arab, di Masjidil Harom bisa kita lihat keaneka ragaman orang-orang Islam, di sini saja tuh lihat, mereka lain-lain dalam berekspresi, kopiahnya lain-lain, ada yang pakai belangkon. Ini artinya, Tuhan bisa sama, nabi bisa sama, alquran bisa sama, tapi ekspresinya yang kadang berbeda, imbuhnya.

Islam Nusantara adalah islam yang mampu berkomunikasi dengan budaya, mampu memahami budaya yang berkembang di masyarakat, Seperti halnya Rasulullah SAW dulu. Islam bisa diterima oleh kalangan orang arab yang notabene berwatak keras itu, karena hebatnya Rasulullah yang mampu berdialog dengan budaya arab pada saat itu.

Untungnya yang datang ke Indonesia ini adalah madzhab SyafiI yang menganggap akal dan rasionalitas tetapi tidak berlebihan, menerima adat istiadad selama tidak bertentangan dengan aqidah dan syariah . kata ketua PCINU Australia dan New Zealand.

Selain itu Gus Nadirsyah, panggilan akrab Prof. Dr. Nadirsyah Husen juga banyak menyinggung tentang bagaimana cara-cara memahami al-Quran dan al-Hadits. Tentang maqosidus-Syariah, tentang kebiasaan-kebiasaan atau adat istiadat yang berbeda-beda yang ada dan berkembang di kalangan umat Islam, juga tentang bagaimana cara menyikapi berita-berita yang ada di media-media social sekarang ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel