Dendam Eks HTI dibalik Klaim Bendera Tauhid

Terkait dengan pembakaran bendera oleh oknum Banser NU, para eks HTI kompak mengatakan bahwa mereka tidak mempunyai bendera apapun, bendera gerakan mereka, sengaja mereka sembunyikan dibalik klaim bendera Rasul dan bendera tauhid sebagai propaganda politik dalam meraih simpati lebih dari umat Islam di Indonesia.

Padahal fakta di lapangan menunjukkan bahwa setiap kali berdemo mereka selalu menggunakan bendera dengan warna hitam dan putih yang bertuliskan kalimat tauhid, itu khas tidak pernah ada modifikasi sedikitpun, baik dalam bentuknya ataupun penulisan kaligrafinya (Tsuluts) yang sama sekali tidak dikenal di masa Rasulullah.

Sebenarnya sudah sejak lama mereka berpenampilan seksi dan menggoda seperti itu, tujuannya adalah untuk menggait simpati umat Islam di Indonesia. Kalau tidak ada Anshor-Banser NU, mereka tentu sudah lama mewabah dan merajalelah di negeri ini dan mungkin juga tidak dibubarkan oleh pemerintah Indonesia. Sebab mereka bubar adalah atas usulan keluarga besar Nahdlotul Ulama’.

Wajarkan kalau timbul dendam setelahnya?, dan membuat eks-eks HTI mencoba memprovokasi Anshor-Banser NU untuk dipelintir dengan fitnah, hingga terjadilah kasus pembakaran bendera gerakan mereka yang dilakukan oleh Banser NU di apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang digelar di Limbangan, Garut, Jawa Barat pada Senin (22/10) silam.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel