Buk Ning; Kami tidak mengkotak-kotakkan warga Gerning


Gerning adalah salah satu desa di daerah Kab. Pesawaran, letaknya di ujung, sebelah kanan kirinya di apit oleh desa-desa dari kabupaten lain. Meskipun demikian desa gerning tidak terus sepi dan terbelakang. Bahkan sebaliknya, desa gerning adalah desa yang ramai dan maju, ada banyak sekolah dan pesantren berdiri di sana, yaitu ada SD 1-SD 3, MI, MTs, Pondok Pesantren Alhidayat Gerning , Pondok Pesantren Hidayatul Qur’an dan Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin.

Dalam rangkah Maulid Nabi Muhammad Saw. di Masjid Jami’ Nurul Huda Gerning, Ahad 25 November 2018, ibu Hj. Eko Wahyuningsih Kepala Desa Gerning berbicara berkenaan dengan tahun politik sekarang ini,

"Saya tidak mengkotak-kotak warga saya, warga Gerning", kata Kepala Desa Gerning.

Apapun warnah bajunya, mereka tetaplah warga Desa Gerning yang harus dipenuhi hak-haknya sebagai warga masyarakat. Selain itu Kepala Desa Gerning juga mengatakan tentang kepluralan warga desa gerning. Kondisi masyarakat yang berbeda-beda suku dan agama biasanya punya kecenderungan yang berbeda,

"Desa Gerning ini warganya ada orang jawa, sunda, lampung dan ogan. Berbeda-beda tetapi haruslah selalu bisa menghormati antara satu dengan yang lainnya ", kata Buk Ning Kepala Desa Gerning.

Sebagai pembicara dalam Pengajian Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Masjid Jami' Nurul Huda Gerning ini adalah KH. Ridlwan Syuaib Rois Syuriah PCNU Pringsewu. Selain Kepala Desa, tampak hadir di situ, Ibu nyai Hj. Nur Aini Pengasuh Pondok Pesantren Alhidayat Gerning, KH. Ma’shum Abror, M.Pd.I Rois Syuriah PCNU Pesawaran, KH. Rusydi Ubaidillah Abror, S.Pd Ketua 1 MUI Kabupaten Pesawaran, dan Ust. Supandi Ta’mir Masjid Jami’ Nurul Huda Desa Gerning.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel