Di Jemput Malaikat Maut di Samarkand


Pada suatu hari di daerah Baghdad, ada seorang Sufi mendengar ada dua orang bercakap-cakap, ketika ia perhatikan ternyata dua orang yang bercakap-cakap itu adalah malakul maut. Karena penasaran dan ingin tahu apa yang sedang dibicarakan dua malaikat itu, akhirnya si-Sufi mencuri-curi pendengaran dari percakapan dua malaikat maut itu.


Ternyata dua Malaikat Maut itu mempunyai misi di Baghdad, "Kita ditugaskan menemui sejumlah orang di kota ini selama tiga minggu mendatang." kata salah satu malaikat kepada temannya.

Mendengar obrolan Malaikat Maut, si-Sufi langsung memutar otaknya dan memutuskan untuk keluar dari Baghdad untuk sementara waktu, demi menghindari perjumpaan dengan dua malaikat maut itu. Ia berfikir siapa tahu salah satu dari orang-orang yang akan di jumpai malaikat maut itu adalah dirinya.

Tidak menunggu lama, si-Sufi itu-pun segera memacu kudanya dengan cepat, siang dan malam, agar bisa secepatnya tiba di Samarkand.

Sementara itu Malaikat Maut sibuk menjalankan misinya di Baghdad. Tidak terasa ternyata seluruh nama-nama orang yang ada dalam buku catatannya sudah ditemuinya, dan waktunya di Baghdad hanya tinggal satu hari lagi.

Sambil menunggu habisnya masa tugas, salah satu malaikat maut itu membuka-buka lagi buku catatannya, ia tersentak kaget, karena besok, pagi-pagi sekali dia harus menemui seorang penduduk Baghdad yang lagi berada di Samarkand. Akhirnya malaikat maut itu mengajak temannya meninggalkan Baghdad dan bergegas menuju ke Samarkand.

Tepat, pagi-pagi sekali malaikat maut telah sampai di Samarkand dan langsung menemui orang Baghdad itu dan menjalankan misinya. Orang Baghdad itupun pagi-pagi sekali meninggal dunia di Samarkand. Padahal sejak tadi malam ia sudah mempersiapkan bekal dan yang lainnya, sepertinya ia akan mengadakan perjalanan jauh, dan entah kemana.

Kisah tentang takdir ini adalah kisah yang bersumber dari sang Sufi Agung “Fudlail bin Iyadl”. Kisah ini dulu sangat digemari di daerah Timur Tengah.


(Sumber dari buku “Kisah-Kisah Sufi” karangan Idries Shah, dengan penambahan dan pengurangan lilhajah).
Di Jemput Malaikat Maut di Samarkand Di Jemput Malaikat Maut di Samarkand Reviewed by Republik Bumimaya on Juli 31, 2018 Rating: 5

Gaya Hidup