Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Thooiron Syakuuron (Burung yang Pandai Bersyukur)


Ada seekor burung yang tidak bisa terbang, ia berjalan saja di tanah, seperti ayam. Pada suatu saat ia menemukan seekor telur burung, Ia tahu kalau telur itu adalah telur burung yang bisa terbang, jika ia erami, tentu ia akan punya anak yang bisa terbang.
  
Setelah di erami beberapa hari, sampailah waktunya telur itu menetas, dan lahir anak burung mungil yang lucu, Burung yang hanya bisa berjalan di tanah itu menari-nari, bahagia bukan main. Namun tiba-tiba ia berhenti menari dan murung, ketika ia mengingat bahwa dia tidak mungkin bisa mengajari burung kecil itu terbang, karena dia sendiri tidak bisa terbang dan tidak tahu caranya terbang.

Karena tidak pernah diajari cara terbang, akhirnya burung kecil, mungil yang lucu itu tumbuh dewasa tanpa keahlian terbang. Namun Ia tidak marah dan membenci ibu yang mengeraminya, Ia tahu ibunya juga bersedih, dan selalu murung saat menyadari kekurangannya, menyadari kenyataan bahwa dia tidak bisa mengajari burung kecil itu terbang, karena dia sendiri tidak bisa terbang dan tidak tahu caranya terbang.

Bahkan burung kecil yang sudah dewasa itu sangat menyayangi ibunya, ia sadar, bahwa kalau tidak dierami ibunya itu, tidak mungkin ia menjadi burung dan bisa melihat keindahan alam. Seandainya ia tidak ditemukan ibunya dan tidak dieraminya, mungkin ia masih di dalam telur atau bahkan akan membusuk terbuang.

Catatan ;

Hikmah dari kisah ini silahkan di telaah sendiri dengan luas seluas-luasnya, jangan hanya mandek pada hubungan anak dan ibu, entah ibu asuh atau ibu kandung saja. Sebab jadi apapun kita, pasti ada orang-orang, cara-cara dari orang, alat-alat buatan orang yang membantu kita.

#Man Lam Yasykurin Nas Lam Yasykurillah