Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Gus Ma’shum ; Like Juga Untuk Pak Jokowi



Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayat Gerning Tegineneng Pesawaran, KH. Ahmad Ma’shum Abror, M.Pd.I, sangat mengapresiasi penetapan Perpres Nomor 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter.

“ Saya senang dengan digantinya Permendikbud tentang kewajiban penerapan sekolah 8 jam sehari dalam 5 hari, dan jempol untuk perjuangan para kiyai khususnya Kiyai Said Ketum PBNU”, kata Gus Ma’shum Rois Suriyah PCNU Pesawaran saat ditemui republikbumimaya.online di sela-sela kesibukannya, “Oh ya”, lanjut Gus Ma’shum, “like juga untuk pak Jokowi”, 10/09/2017.

Dengan dihapuskannya Permen tentang full day school penerapan jadwal jam pendidikan di pondok pesantren jadi tidak terganggu, dan madrasah-madrasah diniyah insyaalloh bisa menggelar tikar lagi, karena para pelajar yang bersekolah formal hingga siang hari tetap bisa mengikuti pendidikan agama di madrasah diniyah di kampungnya masing-masing pada sore harinya.

Selanjutnya saat ditanya tentang Pasal 9 dalam Perpres Nomor 67 tahun 2017 yang masih memberi pintu masuk terselenggaranya FDS. Gus Ma’shum Pengasuh PP. Al-Hidayat Gerning itu berharap, pemerintah daerah bisa lebih peka menterjemahkan Perpres nomor 87 ini dengan melibatkan tokoh agama dan satuan-satuan pendidikan setempat. Karena meskipun ada cela tapi peraturan dan persyaratan bagi sekolah yang ingin menerapkan FDS ini sangat ketat.

“Mudah-mudahan”, lanjut Gus Ma’shum “apa yang dikatakan oleh kiyai said kepada NU Online, Rabu (6/9) di Jakarta tentang Perpres nomor 87 tahun 2017, ya seperti itu terjemahannya”, kemudian Gus Ma’shum mengutip kata Kiyai Said, “Yang memilih lima hari sekolah silakan, asal pulangnya tetap antara jam 12.00-13.00 siang- sesuai Perpres”, pungkasnya.