Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Tolak FDS. Untuk Sekolah Pak Menteri Sendiri Saja


Polemik kebijakan Full Day School (FDS) di kalangan masyarakat kian memanas, bagi yangg pro, memandang bahwa FDS adalah salah satu cara memperkuat pendidikan karakter, bahkan membentengi anak dari segala bentuk sikap negatif di kehidupan nyata, seperti; main gadget hampir seharian tanpa pengawasan dan pergaulan-pergaulan sosial anak-anak yg sudah terkikis bahkan tercerabut dari akar budaya-bangsa ini. Sedangkan bagi yg kontra, memandang FDS hanya mengganggu keberadaan Madarasah-Madarasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dan Pondok Pesantren yang selama ini menjadi gawang pendidikan karakter bangsa ini. Dan madrasah-madrasah diniyah, baik itu di dalam atau di luar pondok pesantren jumlahnya tidak sedikit di Negeri ini.

FDS yang oleh Mendikbud Muhadjir Effendi di bungkus dengan kedok memperkuat pendidikan karakter. Padahal tidak lebih merupakan upaya sekularisasi pendidikan di Indonesia, banyak menimbulkan keresahan pada masyarakat, khususnya di pedesaan. Faktanya dari 11 pasal dalam Permen itu tidak ada yang secara spesifik membahas tentang pendidkan karakter. Pasal demi pasal membahas tentang pemenuhan beban kerja guru. Tapi, anehnya, Permendikbud itu yang selalu dijadikan argumen untuk pendidikan karakter.

Jika FDS tetap dijalankan dengan kenekatan Mendikbud Muhadjir Effendi, padahal kesiapan sarana dan prasarana di sekolah-sekolah belum memadai (baca; tidak layak) jika harus diberlakukan FDS, (wong K13 saja sampai sekarang ini masih menjadi problem yang belum terselesaikan). Sementara  Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dan Pondok Pesantren yang selama ini menjadi gawang pendidikan karakter bangsa ini tutup gulung tikar, dan keadaan seperti ini berkepanjangan bertahun-tahun, bisa dibayangkan betapa carut marutnya keadaan negeri ini.

Oleh karena itu, sudah seharusnya pak menteri ini menurunkan egonya dan kembali berkonsentrasi lagi memajukan pendidikan nasional dengan formula-formula yang memihak semua pihak dan menguntungkan semua kalangan. Jangan asal kebijakan saja atau kebijakan asal saja, atau pak menteri membuat sekolah-sekolah baru saja dengan model FDS, cukup itu saja, jangan ngotot menjadikan FDS menjadi peraturan Pendidikan Nasional. Eee..eee… jangan-jangan ini proyek untuk mendongkrak popularitas pak mentri ya????? Hehehe….. Wa Allohu A’lam. Wassalam.