Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Santri dan Pengasuh pp. al-Hidayat Gerning Tolak FDS


Ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul di Lapangan Korpri, Kompleks Pemprov Lampung, Telukbetung, Kota Bandar Lampung. Keberadaan para Nahdliyin itu mengikuti rapat akbar menolak kebijakan pemerintah ihwal pemberlakuan full day school (FDS). (Selasa, 29/08/2017).

Tidak ketinggalan santri-santri pp. al-Hidayat Gerning, Tegineneng, Pesawaran. juga ikut andil meramaikan rapat akbar tersebut, Mereka dengan semangat meneriakkan yel-yel, “Tolak…Tolak…Tolak… Tolak Full Day School- Tolak Full Day School Sekarang juga” , ala lagu “Cangkul yang Dalam”.

Pengasuh pp, al-Hidayat Gerning, KH. Ma’shum Abror, tegas menolak segala bentuk pelaksanaan FDS. Termasuk, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 Tahun 2011 yang melandasi pelaksanaan kebijakan FDS ini.

”Justru dengan dua hari libur, anak akan banyak liburan atau main, dan saat masuk hari seninnya mereka jadi agak malas-malasan karena hawa liburan akan melekat awet pada siswa”. Tegas pengasuh pp. Alhidayat Gerning yang juga Rois Syuriah PCNU Pesawaran itu.

Lebih lanjut Gus Ma’shum (panggilan akrabnya) juga menegaskan, adanya pencabutan Permendikbud tentang FDS dan di kembalikan seperti semula, tidak perlu adanya aturan lima hari sekolah, juga harus tegas pencabutan Permendikbud tentang FDS itu, tidak hanya terserah yang mau monggo yang tidak mau ya nggak usah.

Kebijakan FDS ini, selain dinilai berpotensi mematikan Madrasah Diniyah juga akan mengancam keberlangsungan sekolah anak-anak di desa-desa, sebab ada kebiasaan di desa-desa, anak-anak usai sekolah kemudian istirahat sebentar lalu membantu orang tua, ngaret (cari rumput), ini untuk membantu biaya sekolahnya.

Kalau FDS di paksakan berlaku, mereka cari tambahan biaya sekolahnya dari mana? Memang pak menteri mau gratisin biaya sekolah anak-anak itu, dengan prosedur sederhana, tidak ribet, setiap bulan masuk begitu saja ke rekening-rekening mereka dan tidak ada pengurangan sekian persen.