Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Bukan Puisi, Bukan Surat Terbuka


Terima kasih buat engkau yang dulu merasakan penindasan,
engkau yang selalu hidup kegelapan,
engkau yang selalu kekurangan dan kelaparan,
engkau yang selalu dalam kegelisahan.

Setelah engkau pergi ….
Kami di usik oleh Gerakan Komunisme.
Namun, tak lama mereka tumbang.
Meski rantingnya masih ada berserakan.

Sekali lagi, terima kasih untuk engkau yang meneteskan darah,
engkau yang mengorbankan harta dan jiwa,
engkau yang pasang badan,
engkau yang berjuang demi kemerdekaan.

Setelah engkau pergi ….
Kami di adu domba oleh DI - TII.
Namun, sebentar mereka telah tepar gulung tikar.
Meski ngiang hasutannya masih terdengar.

Sekarang … keduanya dengan muka berbeda,
bermodal hoax dan hasutan,
mengoyak kerukunan atas nama Tuhan,
membenturkan kesepakatan dengan al-Qur’an.
Padahal mereka bisa nyaman dalam kemerdekaan,
bisa tertawa dalam kemakmuran
dan bisa beribadah tenang dalam kebersamaan.

Do’akan kami Pejuang…,
supaya kami bisa kuat sepertimu,
bisa ikhlas sepertimu
dan dada kami- bisa selapang dadamu.

Do’akan kami Pejuang…,
agar kami mampu menjalankan amanat sila-sila wasiatmu,
kami bisa bersatu dalam kebhinekaan,
selalu kekeh dalam NKRI,
dan bahu- membahu menegakkan undang-undang.

Do’akan kami Pejuang…,
agar bisa tahu diri,
mampu berterima kasih,
pun tahan uji dan hasutan.



Edisi Kemerdekaan 2017