Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Ulama dibenci Kafir???


Saat jalan-jalan di daerah pinggiran Republik Bumimaya, saya melihat kerumunan orang yang ngobrol saling bantahan. Mereka mengobrolkan soal perkataan yang katanya Imam Syafi’i Rohimahullah pernah ditanya tentang bagaimana caranya kita mengetahui pengikut kebenaran di akhir zaman yang penuh fitnah? Jawab Imam Syafi’i, "Ikutilah ulama, yang dibenci kafir, yang dibenci munafik”.


Seandainya itu bukan makzhubun min imaminas Syafi’i, tentu patokannya adalah ulama yang konsisten terhadap aturan agama, masalah dibenci atau disukai itu adalah penilaian atau pandangan nantinya. Kalau mereka di benci karena menghina agama atau tuhannya orang lain, tentunya itu wajar jika mereka dibenci. Tetapi kalau mereka dibenci karena kekonsistenan mereka terhadap ajaran-ajaran agama, maka itulah yang dimaksud kata yang katanya kata imam syafii itu. (wa Allohu a’lam).

Tapi apa benar itu kata Imam Syafi’i?. Sebab perkataan yang katanya kata imam syafii itu sengaja dilemparkan oleh mereka tanpa ada rujukan dari kitab apa dan dari siapa sebenarnya cerita kata imam syafii itu didengar. Kata itu terus di copy paste, copy paste tanpa rujukan. Kata itu sengaja mereka lempar untuk merusak karakter ulama’-ulama’ yang akrab dan di sukai oleh kalangan lintas agama.

Padahal kalau dicermati dengan seksama, orang yang paling di sukai orang kafir adalah Nabi Muhammad SAW, dengan budi dan akhlaqnya, beliau mampu merebut hati orang-orang kafir sehingga mereka berbondong-bondong masuk ke agama Islam. Orang yang paling dibenci orang-orang kafir adalah juga Nabi Muhammad SAW karena beliau mampu menggait hati kawan-kawan mereka untuk masuk ke agama Islam.

Rasulullah SAW diutus ke muka bumi ini adalah sebagai rohmat bagi alam semesta. Artinya Islam datang untuk menebar kedamaian, kasih sayang, untuk di ikuti dan dicintai bukan dibenci. Kalau Islam datang untuk di cintai kenapa ulama’nya hadir untuk dibenci? Tidak masuk akal.

Sayyidina Umar, dengan ketegasan dan keadilannya mampu juga merebut hati orang yahudi yang tanahnya hendak digusur oleh Gubernur Amr bin ‘Ash untuk perluasan masjid, Sehingga yahudi tersebut dengan rela hati masuk ke agama Islam dan menyerahkan tanahnya untuk perluasan masjid.


Penduduk Indonesia dulu mempunyai beragam agama dan kepercayaan. Sekarang menjadi mayoritas Islam adalah karena penduduk atau masyarakat Indonesia kenal para ulama’ (wali songo) yang santun dan berbudi luhur, sehingga mereka mengagumi, mencintai dan menghormati para ulama’ (wali songo) hingga akhirnya mereka berbondong-bondong masuk ke agama Islam.