Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Makin Tinggi Ilmu Seseorang, Makin Tak Gampang Menyalahkan


Pesawaran - Pengasuh Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy Leler Banyumas KH. Zuhrul Anam atau yang akrab dipanggil Gus Anam mengatakan bahwa saat ini banyak orang yang dengan gampang menyalahkan orang lain. Orang yang sering berbuat seperti itu sesungguhnya menunjukkan sempitnya ilmu yang dikuasai, sehingga dalam melihat suatu persoalan ia senantiasa melihatnya menurut sudut pandangnya sendiri.

"Orang kalau ilmunya tinggi tidak gampang menyalahkan orang lain. Sama saja kalau kita duduk dibawah maka tidak akan memiliki pandangan yang luas. Tapi kalau duduk diatas kita akan melihat dengan lebih luas," demikian dikatakan Gus Anam saat menjadi Pembicara pada Khatmil Quran wal Kutub Pondok Pesantren Al Hidayat Pesawaran Lampung, Ahad (21/5/17).

Oleh karenanya menantu KH. Maimun Zubair ini mengharapkan kepada para Santri Pondok Pesantren Al Hidayat dibawah asuhan KH. Ma'shum Abror untuk dengan giat dan sungguh-sungguh memperdalam ilmu sehingga akan betul-betul memiliki ilmu yang mumpuni.

"Mondok itu minimal harus 20 tahun sama dengan jika seseorang ingin menjadi Professor," kata Gus Anam pada acara yang dihadiri oleh Rais Syuriyah PBNU Ahmad Ishomuddin dan Bupati Pesawaran Dendi Romadhona tersebut.

Lamanya proses "Nyantri" di Pesantren ini lanjutnya merupakan bentuk perjuangan karena memang menuntut ilmu memerlukan perjuangan dan pengorbanan. "Santri itu harus rekoso (berjuang). Menuntut ilmu adalah pekerjaan yang mulia," katanya.

Selain perlu kerja keras, keberkahan ilmu juga sangat penting dalam proses mencari ilmu. Salah satu hal yang penting untuk mendapatkan keberkahan ilmu adalah dengan menghormati guru. "Pingin ilmu barakah. Hormati gurumu. Sopan kepada para guru adalah diatas segala-galanya. Kalau ada yang meremehkan guru, orang itu terhinakan oleh Allah SWT," ujarnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh Para Wali Santri dan Masyarakat Kabupaten Pesawaran tersebut juga dibarengkan dengan Haul KH. Abrori Akwan yang merupakan pendiri Pondok Pesantren Al Hidayat tersebut. (Muhammad Faizin)