Hukum Mengucap Salam dan Fungsinya


Secara umum, hukum berucap salam dari seorang muslim pada muslim yang lain adalah sunnah, jika pengucap salam hanya bagi seorang saja, maka status kesunnahannya adalah sunnah ‘ain (kesunnahan personal), dan jika lebih dari seorang maka status kesunnahannya adalah sunnah kifayah (kolektif). Sedang menjawabnya adalah wajib, jika orang yang menerima salam hanya seorang, maka hukumnya wajib ‘ain, dan jika lebih dari seorang maka hukumnya wajib kifayah, jika salah satu diantara mereka menjawabnya, gugurlah kewajiban dari yang lain.

Hukum ini berlaku jika salam diucapkan antar lelaki saja, atau antar perempuan saja. (Abu Zakariya bin yahya bin saraf bin mari an-nawawi, Sarhul shohih muslim, juz 14 halaman 140). Sedangkan hukum berucap salam dan menjawabnya yang terjadi antar lawan jenis, akan di bahas pada postingan berikutnya. Insyaalloh.

Salam adalah penghormatan kepada sesama muslim ketika bertemu Manusia. Islam sebagai agama yang sempurna telah megajarkan kepada umatnya cara memberi hormat kepada sesama muslim manakala bertemu, yaitu dengan cara mengucapkan salam. Dari Abi Hurairah Rasulullah saw pernah bersabda :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  رضي الله عنه ,قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ  صلى الله عليه وسلم حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ) .[1]

Hak seorang muslim atas muslim lainnya itu ada 6, di antaranya yaitu, apabila bertemu denganya maka ucapakan salam kepadanya …....

Yang dimaksud hak di sini ialah sesuatu yang tidak pantas ditinggalkan oleh seorang muslim, yaitu apabila bertemu dengan sesama muslim ucapkanlah salam walaupun kita tidak mengenalnya.

Ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw: pelaksanaan ajaran Islam yang manakah yang paling baik ? rasul menjawab  :

عبْد اللهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَيُّ الإِسْلامِ خَيْرٌ قَالَ: تُطْعِمُ الطَّعامَ وَتَقْرَأُ السَّلامَ عَلى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ (أخرجه البخاري ومسلم والنسائي)[2]

Engkau memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang engaku kenal dan engkau tidak kenal. H.R Bukhari Muslim dari shahabat Abdilah Bin ‘Amr bin al-Ash r.a. Arti dari kalimat وَتَقْرَأُ السَّلامَ عَلى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ  adalah ketika bertemu seseorang maka ucapkanlah salam terhadapnya, baik orang tersebut engkau kenal ataupun tidak, sebab di dalamnya terkandung nilai ihlas beramal karena Allah SWT, adanya perbuatan rendah diri, dan salam itu sendiri merupakan salah satu dari siar umat Islam.[3]

Salam merupakan bentuk penghormatan yang telah ditetapkan oleh Allah Swt bagi kaum mukminin. Jika kita melaksankan bernilai ibadah dan berpahala. Lebih lengkap jika kita mengucapkan salam maka lebih besar pahala yang akan kita dapatkan dan lebih mendekatkan kepada rahmatnya Allah SWT, Rasulallah SAW bersabda:

وَعَنْ أَبِي أُمَاَمةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِاللهِ مَنْ بَدَأَهُمْ بِالسَّلاَمِ (أخرجه: أبو داود) بإسناد رجاله ثقات

Dari Abi umamah ra berkata, Rasulallah SAW telah bersabda: sesungguhnya lebih utama utamanya manusia di sisi Allah SWT adalah orang yang memulai dengan salam.

Imam Al-thibi menjelaskan bahwa orang yang paling dekat dengan rahmatnya Allah SWT ketika bertemu adalah orang yang memulai dengan salam.(Muhammad syamsul haq al-adhim abadi Abu al-Thibi,  ‘Aunul ma’bud Syarah sunan Abi Dawud)

Menumbuhkan rasa saling menyayangi diantara sesama muslim. Dengan menerbara-kan salam baik kepada muslim yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal akan menumbuhkan rasa saling menyayangi, mencintai diantara sesama muslim, sehingga dapat meperkokoh tali persaudaraan. Dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لاَ تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ حَتَى تُؤْمِنُوْا وَلاَتُؤْمِنُوْا حَتَى تَحَابُوْا اَوَلاَ اَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْئ اِذَافَعَلْتُمُوْهُ تَحَابَبْتُمْ اَفْشُواالسَّلاَمَ بَيْنَكُمْ.

“Tidaklah kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga saling mencintai. ”Rasulullah saw bersabda: Maukah aku tunjukan sesuatu yang apabila dikerjakanya, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam diantara kalian. (H.R Abu Dawud yang bersumber dari Abu Hurairah)[4]. Dalam kitab Syarhul al-nawawi ala shahih muslim juz 2 halaman 36, Imam Nawawi memberi penjelasan tentang arti dari kalimat وَلاَتُؤْمِنُوْا حَتَى تَحَابُوْا adalah tidak sempurna imanya seseorang, dan tidak tergolong baik ahklaknya di dalam iman kecuali dengan adanya sifat saling mencintai.

Sedangkan menurut Imam Al-thibi adalah: salam merupakan sebab dari timbulnya saling mencintai (saling menyayangi sesama muslim), sedangkan mencintai merupakan sebab dari sempurnanya iman.[5]

Dalam hadits lain Rasulullah saw bersabda, Rasulullah SAW bersabda,

يَاأَيُّهَا اَلنَّاسُ! أَفْشُوا اَلسَّلَام, وَصِلُوا اَلْأَرْحَامَ, وَأَطْعِمُوا اَلطَّعَامَ, وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ, تَدْخُلُوا اَلْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

Wahai manusia! Sebarkanlah salam, jalinlah tali silturahmi (dengan kerabat), berilah makan (kepada istri dan kepada orang miskin), shalatlah di waktu malam sedangkan manusia yang lain sedang tidur, maka masuklah ke dalam surga dengan penuh keselamatan.[6]

Sebuah do’a keselamatan kepada sesama muslim. Mengucapakan salam selain sebagai bentuk penghoramatan kita kepada sesama muslim, juga mengandung sebua do’a keselamatan bagi setiap orang yang menerima atau  mengucapkanya. Sebagai mana Firman Allah SWT dalam Surat An-Nur ayat 61:

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatnya(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya.

وَعَنْ أَنَسٍ بِنْ مَالِكْ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ لِي رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: يَا بُنَيَّ، إِذَا دَخَلْتَ عَلَى أَهْلِكَ فَسَلَّمَ، يَكُوْنُ بَرَكَةً عَلَيْكَ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِكَ (أخرجه الترمذي)


[1]. Ibnu Hajar Al-Asqolani. Bulughul Marom Min Adillatil Ahkam. Juz 1, hal. 565 . Imam Bukhori. Adabul Mufrod. Juz 1. Hal. 343
[2] . Majduddin Abu Sa’aadat al-Mubarok bin Muhammad al-Jazari Ibnul Atsir. Jamiul Ushul Fi Ahaditsir Rasul. Juz 1, hal. 242
[3] . Fathul Bari Juz 11. Hlm. 21. Syarhun Nawawi ‘alaa shohihil Muslim, Juz 2. Hal.10
[4] . ( Ibnu Majjah Abu ‘Abdullah Muhammad bin Yazid al-Qozawini, Sunan Ibnu Majjah juz 1 halaman 77)
[5] . Muhammad bin Abdurrahman bin Abdurrahim, Tuhfatu al-ahwadzi, juz. 7. Hal. 383
[6]. (Muhammad bin Isa bin surah bin musa bin al-dhohak al-tirmidzi, sunan al-tirmidzi, juz 9 hal: 25)
Share on Google Plus

About Republik Bumimaya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment
::: Simak juga berbagai info republikbumimaya.Online melalui media sosial Twitter, Facebook, google+ dan youtube :::: Kritik, saran, informasi, artikel dan pemasangan iklan, dapat dikirimkan kepada kami melalui Contact kami :::