Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Dahsyatnya Ucapan "ALHAMDULILLAH"


Ucapan “Alhamdulillah” adalah sebuah ungkapan pujian kepada Alloh Subhanahu Wata'ala dalam rangkah mensyukuri ni’mat yang diberikan-Nya, sebagaimana arti lafadznya yaitu “Segala puji bagi Alloh”.

Ucapan Alhamdulillah ini selain menunjukkan rasa syukur, harusnya juga menunjukkan pengucapnya akan keyakinan bahwa segala keni’matan itu datangnya dari Alloh Subhanahu wata'ala semata, kemudian mampu menggerakkan pengucapnya menggunakan keni’matan itu sesuai dengan kegunaan ni’mat yang dikehendaki Allah subhanahu wata’ala.

Dalam sebuah hadits dari Jabir Rodhiyallohu 'Anhu, Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda: ''Alloh Subhanahu Wata'ala tidak memberikan nikmat kepada seorang hamba kemudian ia mengucap ''Alhamdulillah'', melainkan Alloh akan mendatangkan kesyukuran nikmat, jika ia mengucapkan dua kali maka, Alloh memperbarui pahalanya, dan jika ia mengucapkannya yang ketiga maka Alloh mengampuni dosa-dosa nya''. (HR Hakim dan Tobroni).

Imam Ad-Dailami meriwayatkan dari Ibnu 'umar rodhiyallohu 'Anhu berkata, Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda: ''Perbanyaklah membaca Alhamdulillah, karna sesungguhnya (lafadz Alhamdulillah) itu mempunyai dua mata dan sayap yang selalu mendo'akan dan memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi pembacanya sampai hari kiamat.

Dalam hadits Abu Umamah Rodhiyallohu 'Anhu, Rosululloh Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda: ''Alloh Subhanahu Wata'ala tidak memberikan nikmat kepada seorang hamba, kemudian ia memuji Alloh atas nikmat (yang diberikan)-Nya, kecuali pujiannya itu lebih utama dari nikmat itu sendiri, meskipun kenikmatan itu besar''. (HR. Thobroni).

Dalam hadits lain Ibnu 'Asakir meriwayatkan dari Anas Rodhiyallohu 'Anhu bahwa Nabi Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda: “Andai seluruh dunia ini berada dalam genggaman tangan seorang lelaki dari umatku, kemudian ia mengucapkan ''ALHAMDULILLAH'' Niscaya ucapan ''ALHAMDULILLAH'' itu lebih utama dari seluruh dunia (yang di genggamnya)”.

Semua hadits-hadits di atas menunjukkan betapa pentingnya mensyukuri ni’mat Allah, betapa agung dan besar pahalanya. Untuk itu jadilah orang-orang yang pandai bersyukur, karena ancaman hebat dan berat juga akan ditimpakan kepada orang-orang yang enggan mensyukuri ni’mat-ni’mat Allah, sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, sungguh pasti aku tambahi (nikmat) bagi kamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).