Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

7 point penting dalam memakmurkan masjid


Ketua PB-LTMNU (Pengurus Besar Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlotul Ulama), Kyai Manan-demikian ia biasa disapa- saat mengisi pengajian rutin Jihad Pagi (Ngaji Ahad Pagi) di Aula utama Gedung NU Pringsewu (14/5), memaparkan pentingnya para Takmir Masjid bergerak aktif menghidupkan masjid dengan program kerja yang baik yang bisa membawa kepada kemaslahatan dan kesejahteraan umat.

Selain itu, KH. Abdul Manan Ghani, juga memaparkan tujuh poin penting dalam pemberdayaan masjid, yang ia ambil dari doa Selamat yang biasa dibaca sehabis sholat maktubah. Sambil membacakan doa selamat, kyai Manan menjabarkan 7 point penting landasan dalam memakmurkan masjid tersebut, yaitu;

Pertama adalah salamatan fiddin yaitu memaksimalkan masjid sebagai tempat gerakan, pemeliharaan aqidah ummat Islam ahlus sunnah wal jamaah (aqidah, syariah, akhlak) sesuai dengan sunah Rasulullah, para sahabat, tabi’in dan para ulama Salafussalihin. Hal ini dapat ditempuh dengan langkah nyata seperti Menegakkan shalat berjamaah dan mendata jamaah, Pengajian Al-Qur`an dan Aqidah Aswaja, Sertifikasi Masjid dan pendataan Masjid-Masjid NU.

Kedua adalah Wa afiyatan Fil Jasad yaitu memaksimalkan Masjid sebagai tempat gerakan pelayanan kesehatan ummat. Dalam hal ini takmir Masjid dapat menjalin kerjasama Lembaga Kesehatan dalam melayani kesehatan jama’ah masjid, penyuluhan kesehatan dan penyuluhan pola hidup sehat juga menyelenggarakan Gerakan kebersihan masjid serta lingkungan sekitar masjid. Selain itu perlu menghidupkan majlis dzikir, baik jamaah yasin, istighosah, sholawat dan sejenisnya.

Ketiga adalah Wa ziyadatan fil Ilmi yaitu menjadikan Masjid sebagai tempat gerakan peningkatan Sumber Daya Manusia Jamaah Masjid dan putra-putrinya di bidang keilmuan dan keterampilan. Langkah konkrit yang bisa ditempuh adalah seperti menyelenggarakan bimbingan belajar putra-putri jamaah masjid berbagai bidang keilmuan dan keterampilan sekaligus kaderisasi Remaja Masjid seperti : bahasa Arab, bahasa Inggris, matematika, IPA, IPS, pelatihan MC, dan lain-lain.

Keempat adalah Wa barakatan Fi Rizqi yaitu menjadikan Masjid sebagai pusat gerakan pemberdayaan ekonomi ummat. Membuat LAZ, UPZ masjid, GISMAS (Gerakan Infaq Shadaqah memakmurkan Masjid), Membangun Kewirausahaan, Warmas (warung masjid) merupakan salah satu usaha real yang bisa ditempuh.

Kelima adalah Wa taubatan Qablal Maut yaitu menjadikan Masjid sebagai pusat gerakan dakwah mengajak dan menyadarkan orang Islam yang belum menjalankan syariat Islam dan dakwah untuk non-muslim sebagai tempat kembali bagi orang-orang yang ingin kembali kepada Allah. Hal ini dapat ditempuh dengan Pelatihan dakwah, Penyebarluasan materi Islam melalui berbagai media, Menyediakan pengajian (massal atau privat) untuk orang-orang yang ingin mempelajari dan memperdalam Islam tetapi terkendala waktu dan kesibukan lainnya serta Menyusun materi dan metodologi dakwah sesuai dengan perkembangan.

Keenam adalah Wa rahmatan Indal Maut yaitu maksimalisasi Masjid Sebagai pusat gerakan kepedulian sosial seperti Menjenguk jamaah yang sakit, Mengantar jamaah sakit ke rumah sakit, Menolong orang-orang yang terkena bencana, Pelatihan pemulasaraan jenazah dan lain lain.

Dan yang terakhir adalah Wa Maghfiratan Badal Maut yaitu Masjid sebagai tempat berdoa untuk mendoakan orang-orang yang telah wafat dengan bentuk kegiatan seperti Talqin Mayyit, mengadakan tahlilan dan yasinan, Ratiban, diba’an, barzanjian, Istighatsah serta Lailatul Ijtima’.

Diakhir materi, Kyai Manan juga mendorong agar masjid menjadi penggerak kegiatan gemar bersedekah yang disebut GISMAS, Gerakan Infak Sedekah Memakmurkan Masjid. Dana yang terhimpun disimpan Lazisnu (Lembaga Amil Zakat Infak&Sedekah Nahdlatul Ulama) untuk kemudian ditasarufkan kepada yang berhak seperti untuk honor marbot, guru ngaji, dan membantu modal usaha bagi jamaah yang berekonomi lemah. (Red.)