Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Rumusan Hasil Konfercab PCI NU Australia – New Zealand Ke-VI


Dalam hal merespon persoalan serta tantangan sosial, agama, dan organisasi, PCI NU ANZ mengadakan Konfercab (4/10/2016) yang dihadiri oleh 25 peserta yang berasal dari pewakilan beberapa negara bagian dan teritori di Australia – Selandia Baru. Menetapkan kembali Tufel Musyadad dari South Australia sebagai Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2016-2018. Sementara Prof. Dr. Nadirsyah Hosen dari Victoria kembali dipercaya menjadi Rais Syuriyah dan merumuskan sembilan rekomendasi sebagai berikut:
  1. Menyetujui dan mendukung pernyataan ulama sedunia dalam Muktamar di Chechnya pada 25 Agustus 2016 yang mengeluarkan Wahabi dalam bagian Ahlus Sunnah Wal Jamaáh.
  2. Menyepakati pandangan para ulama dunia Islam dalam Muktamar Chechnya di atas bahwa ISIS tidak merepresentasikan ajaran Islam yang rahmatan lil Alamin.
  3. Menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk terus berupaya menyelesaikan konflik timur tengah baik di Palestina maupun di Suriah dengan cara yang bermartabat, sesuai dengan hak asasi manusia dan hukum internasional.
  4. Menyesalkan sebagian masyarakat di Perancis yang tidak bisa menoleransi kehadiran para muslimah yang menggunakan burqini sebagai bagian dari ekspresi keberagamaan yang dijamin oleh hak asasi manusia.
  5. Mengecam dengan keras pernyataan Senator Australia Pauline Hanson yang mengusulkan penghentian masuknya imigran Muslim ke Australia dan berbagai sikapnya yang intoleran dan berpotensi menebarkan kebencian terhadap umat Islam di Australia yang selama ini telah hidup secara harmonis, taat aturan dan berperan aktif dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.
  6. Mengajak seluruh ormas Islam di Australia untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah dan bekerjasama dalam program pemberdayaan perempuan, keluarga dan generasi muda yang berkualitas sehingga mereka tidak mudah terpengaruh paham ekstrem dalam beragama dan bernegara.
  7. Mengusulkan kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk mempersiapkan dan membekali para calon mahasiswa yang akan sekolah ke luar negeri agar tetap menjaga akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah dan memahami fiqh praktis hidup di luar negeri khsuusnya di dunia barat. Untuk keperluan itu direkomendasikan kepada PBNU mengeluarkan buku saku panduan dan membuat training pembekalan.
  8. Mengingatkan kembali kepada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk memegang teguh Khittah 1926 agar bersikap bijak dan penuh hikmah dalam menyikapi perbedaan pandangan politik praktis.
  9. Mengajak semua anggota NU di Australia dan New Zealand untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dengan menekankan pada nilai keislaman yang tawasuth, tasamuh, tawazun, dan i’tidal. 
Sumber ; PCI NU ANZ
Adelaide, 4 Oktober 2016