Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak


Pesantren Futuhiyyah yang didirikan oleh KH. Abdurrahman ibn Qosidi Haq pada tahun 1901 ini telah memainkan peran penting dalam memajukan dunia pendidikan masyarakat yang pada gilirannya turut berdampak pada perubahan sosial, politik ekonomi, hukum dan bidang strategis lainnya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. K.H. Abdurrahman ibn Qosidi Haq merupakan ulama asli Mranggen sebagai keturunan Pangeran Wijil II atau Pangeran Noto Negara II, dan Kepala Perdikan Kadilangu Demak serta sesepuh ahli waris dzurriyah Kanjeng Sunan Kalijaga Kadilangu Demak.

Pesantren Futuhiyyah pada awalnya lebih masyhur dengan sebutan Pondok Suburan Mranggen. Hal ini disebabkan pada zaman dahulu pesantren umumnya didirikan tanpa diberi nama, kecuali disesuaikan dengan nama kampung atau desa di mana pesantren tersebut berdiri, seperti Pondok Serang, Pondok Lasem, Pondok Termas, dan tidak terkecuali Pesantren Futuhiyyah yang terletak di Desa Suburan Mranggen. Nama Futuhiyyah sendiri baru muncul sekitar tahun 1927 atas usul K.H Muslih Abdurrahman saat kakaknya yakni K.H Ustman Abdurrahman mendirikan madrasah atas perintah dan persetujuan dari K.H Abdurrahman selaku ayahnya yang sekaligus sebagai pengasuh utama.

Dalam perkembangannya, berkat keteguhan, kesabaran dan tirakat yang dilakukan oleh para pendiri dan penerus pengasuh, Pesantren Futuhiyyah berkembang pesat dan telah mampu menjadi pesantren besar yang mempunyai nama harum dalam sejarah perjuangan bangsa. Oleh karena itu para penerus yang merupakan anak-anak pendiri berusaha untuk mempertahankan dan memajukan keberadaan Pesantren Futuhiyyah. Sarana dan prasarana yang dimiliki Pesantren Futuhiyyah pada umumnya adalah waqaf yang berwujud tanah yang berasal dari pendiri.

Sebelum KH. Muslih wafat, beliau sempat pula memperbaiki manajemen Pesantren Futuhiyyah dengan membentuk Badan Penyelenggaraan Pesantren Futuhiyyah, termasuk madrasah dan sekolah, dengan bentuk yayasan. Adapun kegiatan pendidikan yang dikelola Pesantren Futuhiyyah meliputi pendidikan keagamaan dan umum, pendidikan itu antara lain sebagai berikut: 1). Taman Pendidikan al-Quran (TPA); 2). Taman Kanak-Kanak (TK) masyitoh; 3). Madrasah Ibtidaiyah (MI); 4). Madrasah Tsanawiyah 1 (MTS 1) (putra) dan MTS 2 (putri); 5). Madrasah Aliyah 1 (MA 1) (putra) dan MA 2 (putri); 6). Sekolah Lanjutan Pertama (SLTP); 7). Sekolah Menengah Umum (SMU); 8). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

Kurikulum yang digunakan di pendidikan formal tersebut mengacu kepada kurikulum Kementerian Agama RI untuk MI, MTS dan MA. Sedangkan untuk SLTP dan SMU menggunakan kurikulum Departemen Pendidikan Nasional RI (saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI). Khusus untuk Madrasah Aliyah 1, di samping menggunakan kurikulum Kementerian Agama RI juga menggunakan kurikulum pesantren. Meski demikian kurikulum Kementerian Agama RI menempati porsi lebih banyak.

Sedangkan kegiatan ekstra kurikuler yang terdapat di Pesantren Futuhiyyah telah dimulai pada tahun 1927. Santri yang ada di Pesantren Futuhiyyah terbagi menjadi dua, yaitu santri yayasan dan santri Pesantren Futuhiyyah. Santri yayasan yaitu orang-orang yang belajar di bawah lembaga pendidikan Yayasan Pesantren Futuhiyyah. Jumlahnya mencapai lebih dari 5000 santri, ini belum termasuk jamaah Thoriqoh Qodiriyyah Wa Naqsabandiyyah.

Selanjutnya mengenai metode pengajaran, sebagaimana telah kita ketahui bahwa metode pengajaran yang ada di pesantren adalah metode sorogan dan bandongan, tidak terkecuali Pesantren Futuhiyyah metode sorogan yaitu santri menghadap kiai seorang diri dengan membawa kitab yang akan dipelajarinya. Kiai membacakan pelajaran yang berbahasa Arab itu kalimat demi kalimat kemudian menterjemahkannya dan menerangkan maksudnya, santri menyimak dan mengesahi dengan memberi catatan pada kitabnya, untuk mensahkan bahwa ilmu itu telah diberikan oleh kiainya. Untuk metode sorogan ini di Pesantren Futuhiyyah tidak hanya digunakan untuk kitab-kitab kuning, melainkan untuk al-Quran bagi santri yang sudah senior. Sedangkan metode bandongan adalah metode kuliah di mana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk.
Share on Google Plus

About Republik Bumimaya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment
::: Simak juga berbagai info republikbumimaya.Online melalui media sosial Twitter, Facebook, google+ dan youtube :::: Kritik, saran, informasi, artikel dan pemasangan iklan, dapat dikirimkan kepada kami melalui Contact kami :::