Pendapat Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qoyyim Al-Jauzi Tentang Tokoh-Tokoh Tasawuf


Di bawah ini adalah pernyataan Ibnu Taimiyah tentang kesholihan tokoh-tokoh Tasawuf  ;

تحدث احمد ابن التيمية رحمه الله تعالى عن تمسك الصوفية بالكتاب والسنة في الجزء العاشر من مجموع فتاويه،

فَأَمَّا الْمُسْتَقِيمُونَ مِنْ السَّالِكِينَ كَجُمْهُورِ مَشَايِخِ السَّلَفِ : مِثْلِ الْفُضَيْل بْنِ عِيَاضِ وَإِبْرَاهِيمَ بْنِ أَدْهَمَ وَأَبِي سُلَيْمَانَ الداراني وَمَعْرُوفٍلْكَرْخِي وَالسَّرِيِّ السقطي والْجُنَيْد بْنِ مُحَمَّدٍ وَغَيْرِهِمْ مِنْ الْمُتَقَدِّمِينَ ، وَمِثْلِ الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ وَالشَّيْخِ حَمَّادٍ وَالشَّيْخِ أَبِي الْبَيَانِ وَغَيْرِهِمْ مِنْ الْمُتَأَخِّرِينَ. فَهُمْ لَا يُسَوِّغُونَ لِلسَّالِكِ وَلَوْ طَارَ فِي الْهَوَاءِ أَوْ مَشَى عَلَى الْمَاءِ أَنْ يَخْرُجَ عَنْ الْأَمْرِ وَالنَّهْيِ الشَّرْعِيَّيْنِ بَلْ عَلَيْهِ أَنْ يَفْعَلَ الْمَأْمُورَ وَيَدَعَ الْمَحْظُورَ إلَى أَنْ يَمُوتَ وَهَذَا هُوَ الْحَقُّ الَّذِي دَلَّ عَلَيْهِ الْكِتَابُ وَالسُّنَّةُ وَإِجْمَاعُ السَّلَفِ .(مجموع فتاويه احمد بن تيمية 10 ص516 -517)

Ahmad Ibn Taimiyyah berbicara tentang aqidah orang-orang Sufi yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah di dalam Juz yang ke 10 dalam Kitab Majmu’ fatawanya,  

Beliau berkata: Adapun orang-orang dari mereka yang ada di jalan yang lurus, seperti kebanyakan para Ulama Salaf, semisal Fudzail bin ‘Iyadh, Ibrahim bin Adham, Abi Sulaiman Ad-Darany, Ma’ruf Al-Karkhi, Sirry As-Siqthi, Al-Juanaid bin Muhammad dan selain dari mereka yang terdahulu juga seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Hammad, Syekh Abi Al-Bayan, dan selain mereka dari Ulama-Ulama Muta’akhirin, maka orang yang lurus menjalankan ajaran ini, tidak akan tertipu dan berbelok walaupun mereka bias terbang di atas awan dan berjalan di atas air, untuk keluar dari perintah-perintah dan tidak akan melanggar larangan-larangan yang Syar’i, akann tetapi dia harus melakukan apa yang telah diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarangkan Allah, sampai mereka meninggal dunia, dan hal ini telah ditunjukkan oleh Al Qur’an, As-Sunnah dan Ijma’ Ulama Salaf

Sedangkan yang ini adalah kutipan Ibnul Qayyim Al-Jauziy dalam kitabnya akan perkataan imam al-syafi'i mengenahi tasawuf .
قال الشافعي رضي الله عنه : صحبت الصوفية فما انتفعت منهم إلا بكلمتين سمعتهم يقولون الوقت سيف فإن قطعته وإلا قطعك ونفسك إن لم تشغلها بالحق وإلا شغلتك بالباطل . 
 قلت - أي ابن القيم - : يا لهما من كلمتين ما أنفعهما وأجمعهما وأدلهما على علو همة قائلهما ويقظته ويكفي في هذا ثناء الشافعي على طائفة هذا قدر كلماتهم.

"Imam Syafi'i berkata " Aku berteman dgn kaum shufi dan tidaklah aku mendapat MANFA'AT dari mereka kecuali dua kalimat yang aku dengar dari mereka yaitu " Waktu itu adalah pedang jika kamu mampu memutusnya, jika tidak maka waktu itu yang akan memutusmu. Dan nafsumu jika tidak disibukkan dengan kebenaran, maka akan disibukkan dgn kebathilan ".

Aku katakan (Ibnul qoyyim): " Aduhai sangatlah bermanfaat dan mencangkup dua kalimat tsb dan sangat menunjukkan atas tingginya semangat dan ketajaman pikiran org yang mengatakan dua kalimat tsb, dan cukuplah hal ini sebagai pujian imam Syafi'i pada mereka..." (Madarij As-Salikin juz 3 hal; 129)

Republik Bumimaya

Selamat datang di Republik Bumimaya. Kami hadir untuk memberikan berita-berita menarik, bisa dipercaya, juga siap menyuguhkan kajian dan wawasan tentang Islam NUsantara, Islam Rahmatal Lil 'Alamiin