Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Mantappp...! 999 Banser Akan Berangkat Umrah


Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor punya program 999 Banser Umrah 2018. Program tersebut adalah apresiasi untuk 999 anggota Banser. Mereka mendapat subsidi masing-masing Rp 5 juta untuk paket umrah selama 9 hari ke Tanah Suci.

Mereka akan berangat melalui PT Sorban Nusantara, program tersebut adalah bentuk apresiasi kepada personel Banser yang berdedikasi tinggi. Mereka sudah berkhidmah selama lebih kurang selama 2,5 tahun sebagai anggota Banser.

"Total subsidi dari Pimpinan Pusat GP Ansor Rp 5 miliar. Mereka akan diberangkatkan serentak pada Januari 2018 mendatang dari Jakarta dengan menyewa dua unit pesawat,” kata Towus Ainul Yaqin Direktur Utama PT Sorban Nusantara, kepada wartawan usai acara Ansor Day Festival di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jakarta Timur, Sabtu (29/04).

Towus juga memaparkan paket umrah yang diberikan kepada 999 anggota Banser tersebut adalah paket umrah dengan lama 9 hari dan fasilitas bintang empat. Paket tersebut bernilai Rp 22,5 juta. Setelah mendapatkan subsidi peserta umrah hanya dikenakan biaya sebesar Rp 17,5 juta.

“Anggota wajib membayar uang muka Rp 2,5 juta pada periode 22-29 Mei 2017. Sisanya, Rp 15 juta dapat diangsur mulai 1 Juni 2017 sampai 15 Desember 2017,” ungkapnya.

Menurut Towus, pihaknya telah mendistribusikan voucher subsidi paket umrah ke masing-masing wilayah. Sementara itu, untuk pemilihan nama ditembuskan ke Pengurus Wilayah (PC) dan Pengurus Cabang (PC).  Pendaftarannya mulai 16 April sampai 15 Mei 2017.

"Kita sudah distribusikan voucher subsidi ke PW dan PC, masing-masing dua voucher. Untuk pemilihan nama ditembuskan ke masing-masing PW dan PC,” jelas Touwus.

Lebih lanjut dia mengatakan, program umrah ini juga dibuka untuk masyarakat umum atau simpatisan. Namun untuk subsidi hanya diberikan kepada kader Banser dan Ansor.

"Masyarakat umum yang mau ikut program umrah diperkenankan dan akan disiapkan satu pesawat khusus. Bagi yang nonkader tidak didapat subsidi, harus membayar dengan biaya normal,” tegasnya.