Kisah Bayazid dan Orang Sombong


Pada suatu hari, ada seseorang sufi (baca; sok nyufi) abad kesembilan berkata kepada Bayazid, “bahwa dia telah berpuasa dan berdoa juga berbuat segala bentuk ibadah selama tiga puluh tahun namun tidak juga menemukan kebahagiaan seperti yang digambarkan Bayazid.


Bayazid menjawab, engkau bisa saja melanjutkan perbuatan itu tiga ratus tahun lagi, tapi itupun tidak akan membuatmu menemukan kebahagiaan yang engkau cari.

"Mengapa demikian?" tanya Si-nYufi itu.

"Kesombonganmu adalah penghalang utama bagimu untuk mendapatkan sesuatu yang engkau cari." Jawab Bayazid

"Apa yang harus aku lakukan untuk menghilangkan kesombonganku itu? Coba katakan." Kata Si-nYufi itu

"Ah... Kayaknya tidak mungkin engkau mau melakukan itu". Jawab Bayazid

"Coba katakana saja, mungkin aku bisa melakukan itu". Rayu Si-nYufi kepada Bayazid

Akhirnya Bayazid mengatakan apa yang harus dilakukan oleh si-nYufi itu, jika ingin mendapatkan kebahagiaan,

"engKau harus pergi ke tukang pangkas rambut untuk mencukur jenggotmu (yang terhormat, itu). Lepaskan semua pakaianmu dan kenakan singlet, bawalah juga sebuah karung yang berisi mainan, lalu gantungkan karung itu di lehermu lalu pergilah ke pasar, setelah sampai di pasar berteriaklah, “hayo anak-anak, pukulah tengkukku…!, siapa saja yang mau memukul tengkukku akan kuberi sebutir mainan”. Kemudian berjalanlah terus ke tempat-tempat kerumunan manusia agar semua orang menyaksikanmu."

"Itukah yang harus aku lakukan, adakah cara lain?’. Tawar si-Nyufi itu

"Itu baru langkah yang pertama dan satu-satunya cara’. kata Bayazid,

"Tetapi aku malu, aku tak bisa melakukan itu”. Kata si-Nyufi.

“Oooo…. Ya sudah, tak ada lagi obat bagimu’. Pungkas Bayazid.

Hikmah Cerita; Al-Ghazali, dalam kitabnya Kimia Kebahagiaan, mempergunakan cerita ini sebagai ibroh atau tulodo bagi orang-orang yang ingin memperjuangkan kebenaran atau ingin mendapatkan kebahagiaan agar menjahui sifat sombong. Tapi sayang… kebanyakan orang-orang sombong tidak menyadari kesombongannya.

(di sarikan dari buku Kisah-kisah Sufi karangan Idries Shah, dengan sedikit penyesuaian).
Share on Google Plus

About Republik Bumimaya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment
::: Simak juga berbagai info republikbumimaya.Online melalui media sosial Twitter, Facebook, google+ dan youtube :::: Kritik, saran, informasi, artikel dan pemasangan iklan, dapat dikirimkan kepada kami melalui Contact kami :::