KH Aziz Masyhuri, Ulama Dokumentator itu Telah Meninggalkan Kita


Hari ini, Sabtu 15 April 2017, Kiai Aziz Masyhuri mengembuskan napas terakhir di kediamanya, kompleks Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyah Denanyar, Jombang, Jawa Timur, pada usia 75 tahun. Nahdliyin dan umat Islam berduka atas kepulangannya ke Hadirat Ilahi. Beruntunglah Kiai Aziz telah meninggalkan karya, warisan yang tak hanya dinikmati anak cucunya tapi juga warga NU dan bangsa Indonesia secara umum.

Penampilan beliau cukup sederhana, namun simpatik, cerdas dan produktif, mempunyai banyak kararya tulis, Sejarah dan profil tarekat-tarekat mu’tabarah yang ia tulis juga termasuk karya langka. Nyaris tidak ada buku yang menjelaskan secara khusus dan utuh tentang itu. Buku inilah yang kemudian terbit dengan judul “Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf”.

Ia tampak tak puas karena hanya berhasil menulis 22 aliran tarekat. Namun ia berkomitmen akan terus menelusuri data-data lain untuk melengkapi tulisan tersebut. Usianya yang bertambah boleh menurunkan kondisi fisiknya, tapi tidak akan memadamkan semangatnya dalam berkarya. Motivasinya sederhana, ia ingin meninggalkan “warisan”.

Beliau suka mendokumentasikan peristiwa-peristiwa penting NU seperti Muktamar, Munas Alim Ulama, Musyawarah Besar Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman), atau forum-forum lainnya. Arsip berita seputar ulama, NU, dan pesantren yang terekam media massa juga rajin ia kumpulkan. Tak hanya dari arsip-arsip mati, perburuan informasi bahkan ia gali dari wawancara para saksi hidup. Dokumen-dokumen itulah yang menjadi sumber data dari ratusan karya tulisnya.

Lebih dari 200 karya buku, baik berupa tulisan sendiri, ikhtishar (ringkasan), atau terjemahan. Buku-buku tersebut sebagian ditulis dalam bahasa Indonesia, sebagian lain dalam bahasa Arab. Beberapa karyanya antara lain, “Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf”, “99 Kiai Kharismatik Indonesia dan 99 Kiai Pondok Pesantren Nusantara”, terjemah kitab 5karya KH Muhammad Faqih Maskumambang, dan lain sebagainya.

KH Aziz Masyhuri merupakan menantu KH Bisri Syansuri. Ia merupakan kiai yang tekun dalam mendokumentasikan hasil-hasil bahtsul masail dalam sejumlah buku  sehingga keputusan-keputusan penting tersebut dapat tersebar ke masyarakat dengan mudah. Tak mengherankan, hal tersebut dikarenakan kecintaannya terhadap forum bahtsul masail, yang selalu diikutinya dari mulai tingkat bawah sampai dengan forum nasional. Karya tulis lainnya adalah biografi 99 Kiai, Thariqah Mu'tabarah menurut NU. 

Kiai Aziz merupakan sebagian kecil dari kiai NU yang sangat produktif menghasilkan karya tulis. Antropolog asal Belanda, Martin van Bruinessen menyebutnya sebagai “sang kiai ahli dokumentasi”.

Yang unik, seluruh karyanya melalui proses tulis tangan sendiri, bukan mesin ketik atau komputer. Ia mengaku menikmati gaya menulisnya ini. Seluruhnya tersusun rapi lembar demi lembar. Hingga dalam proses kreatifnya itu selesai, ia akan meminta santrinya untuk mengetik ulang menjadi file digital dan bisa dicetak menjadi buku.  (NU Online)
Share on Google Plus

About Republik Bumimaya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment
::: Simak juga berbagai info republikbumimaya.Online melalui media sosial Twitter, Facebook, google+ dan youtube :::: Kritik, saran, informasi, artikel dan pemasangan iklan, dapat dikirimkan kepada kami melalui Contact kami :::