Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Bolehkan Bersalaman dengan Orang yang Sedang Berhadats? Inilah Jawabannya...


Bersalaman Dengan Orang Yang Berhadats Besar Atau Kecil 
   
Dalam kitab “al-jami’ fil hadist” diceritakan sebuah hadits dari Hudzaifah yang bunyinya:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ عليه  السلام لَقِيهُ فَقَالَ يَا حُذَيْفَةَ نَاوِلْنِي يَدَكَ فَقَبَضَ يَدَهُ ثُمَّ الثَّانِيَةَ ثُمَّ الثَّالِثَةَ فَقَالَ :  مَا يَمْنَعُكَ فَقَالَ : إِنِّي جُنُبٌ فَقَالَ إِنَّ الْمُؤْمَنَ إِذَا لَقِيَ الْمُؤْمِنَ فَأَخَذَ بِيَدِهِ تَحَاتَتْ خَطَايَاهُ كَمَا تَحَات وَرَقُ الشَّجَرِ.


“Sesungguhnya Rasulullah SAW menjumpainya, lalu beliau berkata, “Sambutlah (tangan) ku dengan Tanganmu! Tetapi Hudzaifah menggenggamkan tangannya. Kemudian Rasulullah SAW mengulangi perkataannya untuk kedua kalinya, sedangkan Hudzaifah tetap saja menggenggamkan tangannya, Lalu Rasulullah SAW mengulanginya lagi yang ketiga kalinya, Hudzaifa-pun masih menggenggamkan tangannya. Kemudian Rasulullah SAW bertanya, Apa yang membuatmu tidak mau (berjabat tangan denganku)? Aku menjawab, Aku sedang junub. Maka Rasulullah SAW bersabda “Sesungguhnya orang mu’min jikalau bertemu dengan orang mu’min lain, lalu mengucapkan salam dan berjabat tangan, maka gugurlah kesalahan-kesalahan dari keduanya seperti gugurnya dedaunan dari pohon”.

Dari hadits  diatas dapat kita simpulkan bahwa hadats besar, seperti junub, haidl dan nifas, lebih-lebih hadats kecil, tidaklah menghalangi seseorang untuk melakukan kesunahan menjabat atau dijabat tangannya.