Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Bantahan Arsitek Masjid, Terhadap Tuduhan Menyerupai Salib, "Itu Hoax"


Masjid yang diberi nama Masjid KH Hasyim Ashari itu dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar dengan luas bangunan sebesar 16.985,43 meter persegi. Berlokasi di dekat Rumah Susun Sederhana Sewa Daan Mogot, Jakarta Barat.


Masjid ini dibangun dengan dua lantai dan satu mezzanine dan memiliki daya tampung hingga 12.500 jemaah. Ide pembangunan masjid itu muncul pada Idul Adha tahun 2012 saat Joko Widodo masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Namun baru pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama Masjid ini baru bisa direalisasikan pembangunannya.

Kini Masjid yang menelan biaya Rp 117 Milyar tersebut dinyatakan telah rampung pembangunannya dan akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 16 April sebelum pencoblosan pilkada DKI putaran ke 2 dilakukan.

Namun sebelum peresmian itu dilakukan timbul polemik, karena foto penampakan Masjid Raya Jakarta yang diambil dari udara dinilai nampak seperti bentuk salib. Sontak hal ini mengundang berbagai tanggapan, banyak netizen yang membandingkannya dengan bentuk salib dengan komentar negatif.

Arsitek Adhi Moersid yang merancang Masjid tersebut membantah bahwa bangunan masjid itu menyerupai simbol salib.

"Tidak ada sama sekali, itu hoax, Saya justru berdoa, kepada teman-teman yang keliru menafsirkan, diampuni Tuhan," kata Adhi di Masjid Hasyim Asy'ari, Jakarta, Sabtu (15/4/2017).

Adhi mengatakan Masjid Raya menggunakan konsep urban agriculture. Ia telah mengusulkan masjid akan dikelilingi hutan tumpang sari. Dimana, di antara pohon besar tertanam kopi dan lada sehingga lahan kebun menjadi pertanian. Lalu, halaman masjid dapat ditanami tanaman obat-obatan, lalapan dan sayur-sayuran yang bisa segera dipanen. Sehingga nanti koperasi yang mengelola ini mempunyai hasil.

Adhi berharap Masjid Raya berhasil menjadi contoh masjid pertama yang berkonsep urban agriculture. Adhi mengaku telah banyak mendesain bangunan masjid. Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari ini juga diberi sentuhan ornamen Betawi.

"Berbuat seperti saya anjurkan kepada arsitek yang saya kenal kalau kamu buat sesuatu buatlah dengan kesungguhan denga kecintaan dan segala kejujuran, hasilnya akan dinilai orang lain," ungkap Adhi.