Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Awas Mengikuti Dauroh Salafi Wahabi (Anda Bisa Jadi Beringas Mendadak)


Yang saya sampaikan ini adalah pengalaman pribadi, bukan karangan yang mengada-ada. Semuanya ada dan nyata. Beberapa istri teman teman saya, sesudah ikut pengajian tiba-tiba berubah menjadi beringas dan radikal merasa diri paling suci dan paling Islam, menjadi hakim atas keimanan seseorang dan bahkan menjadi Tuhan yang menentukan surga dan neraka.


Istri seorang teman meminta untuk diceraikan karena teman saya sudah dianggap kafir karena katanya suaminya tersebut bukan ihwan. Teman saya yang lain kehilangan anak istrinya dan juga assetnya. Istrinya kabur membawa anaknya setelah menjual semua asetnya mulai dari rumah beserta isinya serta mobil. Dikabarkan, istrinya kabur ke Suriah dengan membawa anaknya untuk bergabung dengan ISIS. Kedua teman saya tersebut ikut pengajian dauroh salafi wahabi.

Istri saya yang pernah ikut pengajian macam begitu pernah menganggap dirinya Asiyah istri Fir’aun. Ini diajarkan jika suami tidak ikut dauroh, sang istri yang ikut pengajian disuruh bersabar seperti Asiyah yang shalehah menghadapi suaminya Firaun yang kafir dan semua suami yang menolak ajakan istrinya jadilah Firaun. Autofiraun

Perempuan yang ikut pengajian Hizbut Tahrir akan disuruh ustadz-ustadz berdemo ke jalanan dengan membawa anak-anak dan bayinya sebagai tanda kesholehan, demi katanya, menjalankan perintah Allah untuk Daulah Khilafah.

Mereka rela berpanas-panas dan mengeluarkan biaya yang katanya berjihad membela Palestina, rakyat Libya, melawan firaun Khadafi, Yahudi dan lain sebagainya, yang berada jauh di sana. Tapi saat diminta menyisihkan uangnya untuk tetangga yang sakit dan lapar malah berkilah. Keadaan itu disebut karena pemerintah thagut, sambil memberi solusi dengan Daulah Khilafah Minhaj Nubuwah yang akan berdiri.

Untuk para istri, hati-hati dengan pengajian-pengajian, terutama untuk Anda yang sedang ingin belajar Islam. Anda diberi akal untuk mencerna semua hal, dan bukan menjadi kerbau yang dicucuk hidungnya.

Untuk para suami, waspadai Pengajian Dauroh Salafi dan Hizbut Tahrir. Istri anda akan dicuci otak untuk nusyuz. Polanya demikian: ustadz mereka akan bilang: "Belajar agama adalah wajib. suami anda wajib mengajarkan itu kepada istrinya." Jika sang suami awam agama, ini makin memperkuat indoktrinasi tersebut. Jika suaminya bukan awam, sang istri akan dihasut bahwa suaminya tidak menjalankan secara kaffah atau ahlul bid’ah atau bukan Islam atau antek thogut, dll.

Jika suaminya melarang sang istri meneruskan Dauroh Salafi atau melarang istrinya berdemo bersama Hizbut Tahrir, istri yang sudah terlanjur tercuci otak bertanya kepada ustadznya dan ustadz Dauroh Salafi akan bertanya: Apa hukum belajar agama? Sang istri menjawab wajib. Lalu ustadz salapi bilang perintah suami melanggar aturan Allah. Sementara ustadz Hizbut Tahrir akan berkata mendemo mereka adalah dalam rangka mendirikan Daulah Khilafah, dan mendirikan daulah adalah kewajiban. Suami yang melarang demo, artinya melawan Allah.

Tips Mencari Guru atau Ustadz
Untuk suami dan istri dan seluruh keluarga, sebelum ikut pengajian apapun, tanyakanlah sanad keilmuan ustadz atau kiai pengajarnya, yang kedua, ijazah sanad tersebut.
Sanad adalah silsilah keilmuan. Tanyakan gurunya, kemudian guru dari gurunya dan seterusnya. Biasanya, ustadz yang bukan golongan teroris akan bisa menyebutkannya hingga ke Nabi, tapi minimal 4 turunan sudah cukup. Jangan sampai dalam sanadnya ada Snouck Hurgronje, Hemper, Nicholson atau islamist orientalis.

Sanad adalah tradisi yang sangat dijaga di dalam ajaran Islam yang benar. Ijazah di sini bukan seperti ijazah akademis, tapi untuk keabsahan dari sanad tersebut bahwa keilmuannya adalah dari hasil berguru, bukan dari buku atau google.

Sebagai analoginya, seseorang yang membeli buku tentang pembedahan jantung, kemudian dia mempelajarinya sendiri lalu mengklaim diri sudah ahli dan membuka praktek bedah jantung, apakah anda akan mempercayainya? Sebagai orang waras tentu anda pun akan bertanya sanad dan ijasahnya. Jika orang tersebut mengaku dokter lulusan ITB apakah anda akan tetap percaya?

Oleh : Irwan Winardi, seorang Facebooker, berdasar pengalaman pribadi. [dutaislam.com/ ab]