Aurot dan Macam-macamnya


A.      Pengertian Aurot

Menurut bahasa, aurot adalah an-nuqshoon was-syai’ ul-mustaqbah (kekurangan dan sesuatu yang dianggap buruk). Dari kata “‘awaro”, yang bermakna qabiih (buruk), aib (kekurangan); yakni aurot adalah suatu aib atau kekurangan pada manusia yang dapat mendatangkan rasa malu bila terlihat atau ditampakkan.

Imam al-Raziy, dalam kamus Mukhtaarus-Shihaah hal 461, menyatakan, “‘al-aurot: sau`atul-insaan wa kullu maa yustahyaa minhu (aurot adalah aurot manusia dan semua hal yang membuatnya malu).”

Dalam Syarah Sunan Ibnu Majah juz 1/276, disebutkan, bahwa aurot adalah kullu maa yastahyii minhu wa yasuu`u shahibahu in yura minhu (setiap perkara yang memalukan, dan membawa aib bagi pemiliknya jika terlihat)”.

Imam Syarbiniy dalam kitab Mughniy al-Muhtaaj, berkata,” Secara literal, aurot bermakna an-nuqshaan (kekurangan) was-syai`ul-mustaqbahu (sesuatu yang dianggap buruk). Disebut seperti itu, karena ia akan menyebabkan celaan jika terlihat. Imam Syaukani, di dalam kitab Fathul-Qadiir, menyatakan; “Makna asal dari aurot adalah al-khalal (aib, cela, cacat). Setelah itu, makna aurot lebih banyak digunakan untuk mengungkapkan aib yang terjadi pada sesuatu yang seharusnya dijaga dan ditutup.

Pengertian-pengertian di atas bisa di tarik benang merahnya, bahwa aurot adalah sesuatu yang akan menimbulkan rasa malu apabila terbuka. Atau sesuatu yang harus ditutup oleh orang-orang yang mempunyai rasa malu.

1.    Aurot Laki-Laki

Aurot laki-laki :
  1. Bersama istri : Tiada batasan aurot, semua bebas terbuka.  Dalam sebuah wajah di katakan, kecuali dzakar (alat kelamin laki-laki).
  2. Bersama perempuan lain, perempuan mahramnya, sesama lelaki, di dalam sholat dan di saat sendiri : Aurotnya diantara pusar dan lutut
2.   Aurot perempuan

Dalam kitab Asybaah wa An-Nadhooir disebutkan. Dalam masalah aurot bagi perempuan mempunyai klasifikasi yang berbeda yaitu:
  1. Bersama suami : Tiada batasan aurot baginya saat bersama suami, semua bebas terbuka. Dalam sebuah wajah di katakan, kecuali alat kelamin.
  2. Bersama lelaki lain : Seluruh tubuhnya hingga wajah dan kedua telapak tangannya, menurut pendapat yang lain wajah dan telapaknya boleh terbuka
  3. Bersama lelaki mahramnya dan sesama wanita : Aurotnya diantara pusar dan lutut
  4. Di dalam sholat : Seluruh tubuh menjadi aurotnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya
  5. Saat sendiri : Menurut Imam Romli dalam Kitab Nihaayatul-Muhtaaj aurot wanita saat sendiri adalah ‘aurot kecil’ yaitu aurot yang wajib ditutup oleh seorang lelaki (antara pusar dan lutut).

Biar lebih jelasnya lagi tentang Aurot Perempuan silahkan baca juga (Cadar; Kajian Tentang Aurot Perempuan)

Share on Google Plus

About Republik Bumimaya

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment
::: Simak juga berbagai info republikbumimaya.Online melalui media sosial Twitter, Facebook, google+ dan youtube :::: Kritik, saran, informasi, artikel dan pemasangan iklan, dapat dikirimkan kepada kami melalui Contact kami :::