Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Surat al-Maidah 51 dari sudut Tafsir Ibnu Katsir


(تفسير سورة الممتحنة 8 – 9)
تفسير ابن كثير - (ج 8 / ص 91 - 90)

وقوله تعالى: { لا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ } أي لا ينهاكم عن الإحسان إلى الكفرة الذين لا يقاتلونكم في الدين، كالنساء والضعفة منهم، { أَنْ تَبَرُّوهُمْ } أي: تحسنوا إليهم { وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ } أي: تعدلوا { إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ  }

وقوله: { إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ } أي: إنما ينهاكم عن موالاة هؤلاء الذين ناصبوكم العداوة، فقاتلوكم وأخرجوكم، وعاونوا على إخراجكم، ينهاكم الله عن موالاتهم ويأمركم بمعاداتهم. ثم أكد الوعيد على موالاتهم فقال: { وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ } كقوله { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ } [المائدة : 51] .

Kalau menelaah surat al-Mumtahinah ayat 8-9 dan penafsiran dalam Tafsir Ibnu Katsir juz 8 hal. 90-91 diatas, maka bisa diambil kesimpulan sebagai berikut ;

  1. jika kata “auliya” dalam surat al-Maidah ayat 51 diartikan pemimpin, maka ayat tersebut jika di artikan dalam bahasa Indonesia menjadi, “wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian semua menjadikan orang-orang yahudi dan nasrani (yang memusuhi, memerangi dan mengusir kalian semua dari daerah kalian) sebagai pemimpin ….”. 
  2. Kalau mereka tidak memusuhi, memerangi dan mengusir kita dari Negeri kita ini, bagaimana???????? Bolehkah kita jadikan pemimpin?
  3. jika kata “auliya” dalam surat al-Maidah ayat 51 diartikan sahabat/bolo/konco, maka ayat tersebut jika di artikan dalam bahasa Indonesia menjadi, “wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian semua menjadikan orang-orang yahudi dan nasrani (yang memusuhi, memerangi dan mengusir kalian semua dari daerah kalian) sebagai sahabat/bolo/konco ….”.
  4. Kalau mereka tidak memusuhi, memerangi dan mengusir kita dari Negeri kita ini, bagaimana???????? Bolehkah kita jadikan sahabat/bolo/konco?

Ibnu Katsir dalam penafsirannya menyebutkan….

ثم أكد الوعيد على موالاتهم فقال: { وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ } كقوله { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ } [المائدة : 51] .

Artinya, Kemudian Allah menguatkan ancaman atas “muwaalaatihim” (tidak saya artikan karena ada perbedaan arti sebagaimana sudah saya sebutkan di atas), maka Allah berfirman وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ sebagaimana firman Allah …….. al-Maidah 51. Waallohu a’lam.