Republik Bumimaya

Berita dan kajian Islam NUsantara

Sebuah Ikrar Suci


Mulanya Kami dipertemukan oleh takdir
Dan kami tak memahami perasaan yang mengisi hati kami saat itu
Sampai Ia mengembang lebat di aftar nurani
Bahkan membuahkan rindu dan impian-impian yang masih belum kami mengerti
Dan kerinduan juga impian-impian itu, kian hari kian menghijau ranau
Hingga kami memutuskan untuk saling mengerti, saling mengisi
dan saling menerima apa adanya 
Dalam Bahtera Cinta
Meski kami sadar bahwa kami berbeda
Tetapi kami yakin …..,
Perbedaan kami adalah keserasian, bukan ketidak cocokan.
Lalu kami-pun bermaksud menyatukan kedua hati kami
Dalam sebuah Ikrar Suci
Agar impian-impian kami dapat kami wujudkan
Agar cinta dan kerinduan kami dapat berlabuh


Saat itu tanggal 25 Februari 2007. Kami serombongan dari Morodemak Demak Jateng dan dari Gerning Pesawaran Lampung telah bertemu dan berkumpul di kedinding Surabaya, tepatnya di Pondok Pesantren al-Fithroh Kedinding Surabaya, pesantren KH. Ahmad Asrori Ustman al-Ishaqi, mursyid akbar Thoriqoh Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.

Disana, selain rombongan kami yang mungkin hanya 30an orang, juga ada ribuan orang yang menghadiri acara yang akan digelar pada malam harinya, yaitu acara Manaqib Kubro. Nah … ditengah-tengah acara itulah pernikahan kami dilangsungkan, yang di ijabkan langsung oleh KH. Ahmad Asrori Ustman al-Ishaqi.

Kami bahagia dan bangga karena telah di nikahkan oleh beliau, yaitu sosok ulama kharismatik yang ikhlas dan jujur,  yang dalam pengetahuan agamanya, mempunyai haibah yang luar biasa, sosoknya sederhana, tutur katanya lembut namun mampu menerobos relung hati para pendengarnya.

Harapan kami mudah-mudahan berkat do’a beliau dan ribuan jama’ah yang hadir, Allah SWT memberi kami kemudahan dalam menjalani bahtera hidup di dunia, memberi kami anak-anak yang cerdas, pintar, sholeh dan menjadi imamul muttaqin, dan kelak ketika mati, Allah memberi kami sekeluarga kematian yang bagus dan husnul khotimah, memberi kesempatan kepada kami untuk selalu bertemu dengan kekasih kami Rasulullah Muhammad SAW. Juga mudah-mudahan Allah SWT memberi kesempatan kepada kami sekeluarga bersama-sama selalu memandang-Nya kelak di surga. Amin.