Selamat datang di republikbumimaya.online

Ziarah ke Tebuireng, Dubes Inggris Puji Peran Pesantren dalam Perdamaian


Duta Besar Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik menilai, bangsa Indonesia lebih berhasil mengelola risiko munculnya ektremisme dan radikalisme dibanding negara-negara lain di dunia. Keberhasilan itu, menurut dia, tidak terlepas dari keberadaan Pancasila sebagai ideologi nasional serta peran lembaga keagamaan seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan kalangan pesantren.

KH. Izzuddin Abdus Salam & Ichwan Adji Wibowo Terpilih Pimpin NU Bandar Lampung 2017-2022


Bandar Lampung - Konferensi Cabang NU Bandar Lampung yang berlangsung di kantor 3 Pengurus Wilayah (PW) NU Provinsi Lampung di Kampung Baru, Rajabasa, Bandar Lampung, Kamis, 27/4/2017, telah usai.

Cerita Karomah Mbah Hasyim Asy’ari


Saat ngaji, KH. Tahmid Syihabuddïn Jagalempeni pernah bercerita tentang pengalamannya saat mondok di Jombang, Tebu Ireng, di tempat Mbah Hasyim Asy’ari.

Mata Rantai Aqidah Ahlussunnah wal jama'ah

Sistem pemahaman Aqidah Islamiyyah menurut Ahlussunnah wal Jamaah sebenarnya hanyalah merupakan kelangsungan desain yang dilakukan sejak zaman Rasulullah saw dan Khulafa’ur-rosyidin. Tetapi system pemahan ini baru menonjol setelah abad ke-2 H, yaitu setelah lahirnya madzhab Mu’tazilah. Dalam konteks sejarah para imam Ahlussunnah wal Jama’ah dalam bidang aqidah atau Ilmu Kalam telah ada sejak zaman sahabat Nabi Muhammad saw. Imam Ahlussunnah wal Jamaah pada saat itu adalah Ali bin Abi Tholib, yang berjasa membendung pendapat golongan Khowarij tentang al-Wa’du wal Wa’id (janji dan ancaman) dan membendung pendapat golongan Qodariyah tentang masyi’ah dan Istitho’ah (kehendak tuhan dan daya manusia), serta kebebasan berkehendak dan kebebasan berbuat. Selain Sayyidina Ali, masih ada Abdullah bin Amr yang menolak pendapat Ma’bad al-Juhani tentang kebebasan berkehendak bagi manusia.

Kadang Menghutangi itu Berpahala Lebih


عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَأَيْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى بَابِ الْجَنَّةِ مَكْتُوبًا: الصَّدَقَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا, وَالْقَرْضُ بِثَمَانِيَةَ عَشَرَ،  فَقُلْتُ يَا جِبْرِيلُ مَا بَالُ الْقَرْضِ أَفْضَلُ مِنَ الصَّدَقَةِ، قَالَ لأنَّ السَّائِلَ يَسْأَلُ وَعِنْدَهُ وَالْمُسْتَقْرِضُ لا يَسْتَقْرِضُ إِلا مِنْ حَاجَةٍ.

Dalam salah satu hadits, dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dikisahkan Rasulullah melihat tulisan di pintu surga pada saat beliau dalam perjalanan Isra’ Mi’raj. Sedekah (pahalanya) dilipat gandakan 10 kali lipat, sedangkan menghutangi dilipat gandakan sampai 18 kali lipat’. Kemudian aku bertanya kepada Malaikat Jibril, “Wahai  Jibril, mengapa hutangan lebih utama daripada sedekah?” Lalu Malaikat Jibril menjawab, “Karena seseorang yang meminta, (terkadang) ia masih memiliki (harta), sedangkan orang yang berhutang, ia tidak akan berhutang kecuali karena kebutuhan.”  (HR. Ahmad IV/296), At-Tirmidzi (1957), Ibnu Hibban (5074)).

Benarkah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Merencanakan KUDETA? Simak ini !


Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah salah satu kelompok Islam yang mentahbiskan dirinya sebagai partai politik dengan ideology Islam, tujuannya adalah berdirinya khilafah Islamiyah. Sekarang ini mereka sedang gencar mempropagandakan paham ajarannya yang tidak pro PANCASILA dan UUD1945 kepada masyarakat, termasuk warga NU.

Islam dan Sosok Muslim Ideal


Islam menurut bahasa berarti penyerahan diri, keamanan, keselamatan atau perlindungan. Sedangkan Islam menurut istilah adalah Agama yang di bawah oleh Rasulullah SAW guna memberi petunjuk, membahagiakan dan mensejahterakan umat manusia. “Tidaklah kami utus engkau kecuali hanyalah menjadi rahmat bagi alam semesta. (al-Anbiya’ 107).

19 Negara Melarang Hizbut Tahrir , Indonesia, Kapan?


Apa yang dilakukan oleh BANSER dalam menindak HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) selama ini adalah bagian dari komitmen BANSER dalam menjaga Agama dan Negara RI ini. Mestinya Pemerintah RI harus segera mengambil tindakan tegas dengan melarang Hizbut Tahrir karena membahayakan keutuhan NKRI.

Monggo di like

 
Copyright © 2014 Republik Bumimaya. All Rights Reserved. Powered by Blogger - Privacy Policy
Template by Creating Website and CB Blogger
::: Simak juga berbagai info republikbumimaya.Online melalui media sosial Twitter, Facebook, google+ dan youtube :::: Kritik, saran, informasi, artikel dan pemasangan iklan, dapat dikirimkan kepada kami melalui Contact kami :::